Hewan pengerat, yang termasuk dalam ordo Rodentia, adalah kelompok mamalia yang sangat beragam. Mereka menunjukkan variasi luar biasa dalam hal ukuran, penampilan fisik, pola makan, sebaran geografis, dan perilaku. Namun, kesamaan mendasar yang menyatukan mereka adalah keberadaan bulu yang lebat dan sepasang gigi seri besar di bagian depan mulut yang terus tumbuh sepanjang hidup mereka. Keunikan gigi seri ini memungkinkan mereka untuk menggerogoti berbagai material, yang seringkali menjadi ciri khas interaksi mereka dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan manusia.
Hewan pengerat seringkali hidup berdampingan dengan manusia, bahkan di lingkungan perkotaan. Di selokan atau loteng rumah, kita mungkin menemukan tikus yang dikenal gemar menggerogoti perabotan. Di kebun atau di antara bebatuan, kita bisa menjumpai vole, hewan pengerat kecil yang memiliki kemampuan berenang. Sementara itu, di pepohonan, kita bisa melihat makhluk yang lebih menggemaskan seperti chipmunk dan tupai. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang beberapa hewan pengerat yang umum kita temui.
1. Tikus: Sang Penjelajah Dunia yang Berdampak

Tikus adalah salah satu hewan pengerat dengan sebaran geografis terluas di dunia. Luasnya penyebaran ini bahkan menjadikan beberapa spesies tikus sebagai spesies invasif yang dapat menimbulkan kerugian signifikan. Empat spesies tikus invasif yang paling merugikan diidentifikasi, yaitu Rattus exulans, Rattus rattus, Rattus norvegicus, dan Rattus tanezumi. Fenomena penyebaran tikus yang begitu luas ini sebagian besar merupakan akibat dari aktivitas manusia itu sendiri, yang secara tidak sengaja atau sengaja membawa mereka ke berbagai wilayah baru.
Tikus seringkali ditemukan di area pemukiman manusia, termasuk rumah, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya. Mereka memiliki kecenderungan untuk bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan sempit, seperti di balik langit-langit, di sela-sela bebatuan, di dalam lubang, hingga di sistem saluran pembuangan. Kebiasaan hidup tikus yang sering dikaitkan dengan kondisi sanitasi yang buruk menjadikannya vektor potensial penyebaran penyakit berbahaya. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh tikus meliputi Lymphocytic choriomeningitis (LCMV), penyakit yang ditularkan oleh tikus (rat-borne diseases), hantavirus, dan salmonellosis.
2. Tupai: Gesit dan Lincah di Berbagai Habitat

Tupai merujuk pada hewan pengerat yang berasal dari famili Sciuridae. Famili ini mencakup sekitar 50 genus dan 268 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Tupai dapat ditemukan di berbagai jenis habitat, mulai dari hutan lebat, perkebunan, area pepohonan, hingga lingkungan perkotaan. Mereka dikenal karena kelincahan dan kegesitannya, serta kegemaran mereka terhadap buah-buahan. Meskipun seringkali dianggap lucu, tupai juga dapat menimbulkan masalah bagi manusia.
Dalam banyak kasus, tupai dapat merusak tanaman pertanian, seperti menggerogoti daun atau buah di ladang, yang tentu saja merugikan para petani. Ketika memasuki area pemukiman, tupai juga berpotensi merusak kabel listrik dan berbagai peralatan elektronik. Lebih jauh lagi, tupai liar dapat menularkan patogen dan virus kepada manusia maupun hewan lain. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati saat bertemu dengan tupai di alam liar.
3. Chipmunk: Si Kecil yang Mirip Tupai

Secara taksonomi, chipmunk sebenarnya merupakan jenis tupai. Perbedaan utamanya terletak pada ukurannya yang lebih kecil dan klasifikasinya dalam genus Tamias. Seperti tupai pada umumnya, chipmunk sering ditemukan di area pepohonan dan memiliki kegemaran mengonsumsi biji-bijian. Mereka juga kerap menghuni area pemukiman yang padat penduduk. Menariknya, chipmunk yang hidup di perkotaan cenderung memiliki perilaku yang lebih tenang dan tidak seagresif individu liar. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan yang lebih melimpah di lingkungan perkotaan, sehingga mengurangi kebutuhan mereka untuk aktif mencari makan secara intensif.
4. Vole: Penghuni Area Lembap yang Tidak Berbahaya

Vole seringkali terlihat di area yang lembap dengan vegetasi yang rimbun. Hewan yang termasuk dalam subfamili Arvicolinae ini terkadang juga mendiami area terbuka seperti padang rumput, semak belukar, atau taman yang luas. Beberapa spesies vole, seperti Myodes glareolus (bank vole), bahkan mulai menunjukkan kemampuan adaptasi untuk hidup di area padat penduduk dan menunjukkan penurunan rasa takut terhadap manusia.
Kehadiran vole umumnya tidak menimbulkan kerugian bagi manusia. Berbeda dengan tikus, mereka tidak dikenal sebagai penyebar penyakit berbahaya atau perusak peralatan elektronik. Vole lebih cenderung menghabiskan waktunya untuk berkelana mencari makanan atau berenang di perairan dangkal. Jika Anda bertemu dengan vole di lingkungan pemukiman, sebaiknya tidak mengganggunya dan biarkan hewan tersebut pergi dengan sendirinya.
5. Hamster: Hewan Peliharaan yang Populer

Hamster dapat beradaptasi untuk hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari pegunungan, pinggiran gurun, tebing, tepi sungai, area berbatu, hingga lingkungan perkotaan. Di area pemukiman, hewan dari subfamili Cricetinae ini sering ditemukan di daerah dengan vegetasi terbuka yang lebat, seperti taman, kebun, ladang, semak-semak, dan rerumputan.
Bagi sebagian orang, kehadiran hamster di pemukiman dapat dianggap mengganggu karena potensinya merusak tanaman. Namun, bagi banyak pihak lain, hamster adalah hewan peliharaan yang menggemaskan. Saat ini, popularitas hamster sebagai hewan peliharaan setara dengan kucing atau anjing. Kemudahan perawatannya yang sederhana dan ukurannya yang kecil menjadikannya pilihan yang menarik bagi banyak orang.
Manusia tidak hidup dalam isolasi di lingkungan pemukiman. Sebaliknya, kita berbagi ruang dengan berbagai jenis hewan pengerat. Meskipun beberapa di antaranya dapat menimbulkan gangguan, penting untuk diingat bahwa memusnahkan mereka secara sembarangan dapat merusak keseimbangan ekosistem. Sebagai makhluk yang cerdas, manusia seharusnya belajar untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan semua bentuk kehidupan, termasuk hewan pengerat.
Fakta Tambahan Mengenai Hewan Pengerat
- Keanekaragaman Gigi Seri: Ciri khas utama hewan pengerat adalah sepasang gigi seri yang terus tumbuh. Gigi ini dilapisi enamel hanya di bagian depan, sementara bagian belakangnya lebih lunak. Saat menggerogoti, bagian belakang yang lebih lunak akan terkikis lebih cepat, menciptakan ujung gigi yang tajam dan selalu siap untuk digunakan.
- Peran Ekologis: Hewan pengerat memainkan peran penting dalam ekosistem. Mereka dapat menjadi sumber makanan bagi predator lain, membantu penyebaran biji-bijian melalui kebiasaan menyimpan makanan, dan bahkan membantu aerasi tanah melalui aktivitas menggali mereka.
- Adaptasi Lingkungan: Dari tundra beku hingga gurun yang panas, hewan pengerat telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan.
Memahami karakteristik dan peran hewan pengerat dalam ekosistem kita adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih baik dan berkelanjutan antara manusia dan alam liar.