Prediksi Keterlambatan Peluncuran iPhone Fold
Apple, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia, dikabarkan mengalami kendala dalam proses pengujian produk baru mereka, yaitu iPhone Fold. Seiring dengan hal tersebut, rencana peluncurannya yang awalnya dijadwalkan pada September 2026 kini diprediksi akan tertunda.
Masalah dalam Fase Pengujian Awal
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Nikkei Asia, lebih banyak masalah daripada yang diperkirakan telah muncul selama fase produksi uji coba awal. Hal ini menunjukkan bahwa Apple membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Situasi ini dapat membahayakan jadwal produksi massal.

Dengan adanya kendala dalam pengujian dan kebutuhan waktu yang lebih lama, maka pemasaran iPhone Fold kemungkinan besar akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang. Rencana awal Apple adalah merilis produknya pada bulan September 2026, tetapi rencana tersebut terhambat karena masalah uji coba produk.
"April akan menjadi tahap penting dari uji verifikasi teknik, dan bulan ini hingga awal Mei sangat penting," tulis laporan tersebut.
Di sisi lain, Bloomberg News melaporkan pada hari Selasa bahwa Apple tetap sesuai rencana untuk merilis iPhone lipat pertamanya pada bulan September, bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max. Namun, waktu perilisannya belum final karena peluncurannya masih hampir enam bulan lagi dan produksi belum sepenuhnya meningkat.
Sayangnya, saat Reuters hendak memverifikasi laporan tersebut, Apple tidak bersedia meresponsnya.
Spesifikasi Menarik dari iPhone Fold
iPhone Fold digadang-gadang menjadi perangkat lipat paling ambisius Apple, menawarkan pengalaman premium melalui layar utama foldable LTPO OLED 7,8 inci dengan resolusi 1920 x 2713 piksel. Refresh rate 120Hz dan dukungan HDR10+ membuat tampilan sangat mulus, sementara engsel titanium cetak 3D mampu menahan hingga 500.000 kali lipatan sehingga crease hampir tidak terlihat.

Di bagian luar, iPhone Fold memiliki layar cover 5,49 inci beresolusi 1422 x 2088 piksel dengan kecepatan 120Hz. Layar ini dilapisi Ceramic Shield generasi terbaru dan mendukung refresh rate adaptif hingga 1Hz untuk menghemat daya.
Saat dilipat, dimensinya terasa ringkas dan nyaman digenggam, cocok untuk penggunaan satu tangan. Bocoran render juga menunjukkan desain yang sangat ramping berkat engsel hanya 1,8 mm dan struktur mikro berongga untuk mengurangi bobot.
Hal menarik lainnya adalah penggunaan kamera under-display di layar utama, membuat tampilan bersih tanpa notch atau Dynamic Island. Pendekatan ini menegaskan fokus Apple pada estetika minimalis sekaligus fungsionalitas layar luas yang tidak terganggu elemen visual apa pun.
Dengan desain yang terlihat semakin futuristik, iPhone Fold jelas diarahkan sebagai perangkat hybrid yang menyatukan kekuatan smartphone dan tablet.
Performa dan Konektivitas
Untuk performa, iPhone Fold diyakini mengandalkan chip A20 atau A19 Pro berbasis fabrikasi 2nm dari TSMC. Prosesor ini dipasangkan dengan RAM 12GB LPDDR5X serta penyimpanan NVMe 256GB hingga 1TB. Kombinasi tersebut membuat perangkat ini ideal untuk multitasking AI, editing video, hingga pekerjaan produktif tingkat tinggi, pengalaman yang selama ini identik dengan lini iPad Pro.
Sisi konektivitas pun tak kalah lengkap, mulai dari Wi-Fi 7 tri-band, Bluetooth 5.3, UWB generasi kedua, hingga modem C2. Uniknya, Apple disebut mengembalikan Touch ID di tombol power sebagai sistem autentikasi utama, menggantikan Face ID.
Di bidang kamera, iPhone Fold menawarkan dua kamera belakang 48MP, serta dua kamera selfie 18MP, masing-masing di layar cover dan layar utama, sehingga pengguna dapat mengambil foto dan video berkualitas tinggi di mode apa pun.
Untuk menunjang dua layar sekaligus, Apple menyematkan baterai jumbo 5.000–5.500 mAh, yang menjadi kapasitas terbesar dalam sejarah iPhone. Baterai ini dikombinasikan dengan efisiensi panel LTPO, serta dukungan fitur keselamatan seperti SOS via satelit generasi terbaru.
Dengan teknologi yang begitu komprehensif, iPhone Fold diproyeksikan dibanderol pada harga Rp34–40 juta untuk varian dasar. Produksi massal diperkirakan dimulai akhir 2026 melalui Foxconn, sementara peluncuran globalnya kemungkinan berbarengan dengan iPhone 18 Pro. Pasar seperti Indonesia mungkin mendapat jadwal rilis sedikit lebih lambat.
Secara keseluruhan, iPhone Fold tampil sebagai perangkat lipat premium yang memadukan desain presisi, layar besar berkualitas tinggi, dan performa kelas profesional. Jika Apple benar-benar merilisnya sesuai bocoran yang beredar, perangkat ini berpotensi menjadi standar baru di kategori smartphone foldable.