Pemain Persebaya Bukan Mesin, Tavares Akui Kesulitan Hadapi Arema FC


Persebaya Surabaya berhasil meraih tiket ke final Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) malam. Gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Yuran Fernandes pada akhir babak pertama.

Kemenangan ini terasa berat karena pemain Persebaya harus menjalani waktu istirahat dan pemulihan yang lebih singkat dibanding laga sebelumnya. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa pertandingan melawan Arema FC sangat sulit dan menguras tenaga para pemain. Meski begitu, ia tetap memuji performa anak asuhnya yang mampu bertahan hingga akhir meskipun kondisi fisik belum optimal.

Pemain Persebaya Bukan Mesin

Bernardo Tavares secara terbuka menyebut bahwa kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya tidak dalam kondisi ideal saat menghadapi Arema FC. Faktor waktu istirahat dan pemulihan yang lebih pendek membuat para pemain harus bekerja ekstra keras dalam pertandingan semifinal tersebut.

"Para pemain lelah, mereka bukan mesin. Saya bangga pada mereka karena saya tahu kondisi fisik mereka tidak dalam kondisi terbaik," ujarnya. Komentar ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Green Force dalam laga semifinal. Meski demikian, Persebaya mampu mempertahankan keunggulan 1-0 meski Arema FC terus memberikan tekanan, terutama setelah pertandingan memasuki babak kedua.

Yuran Fernandes Jadi Penentu Kemenangan

Gol kemenangan Persebaya Surabaya datang dari sundulan Yuran Fernandes pada penghujung babak pertama. Bek asal Tanjung Verde itu tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga tampil penting dalam menjaga keunggulan Green Force sepanjang babak kedua.

Pada menit pertama babak kedua, Yuran kembali menunjukkan kontribusinya di lini belakang dengan menyapu bola di depan gawang untuk menggagalkan peluang berbahaya Arema FC. Yann Mabella juga melakukan intersep penting pada menit ke-51 ketika Arema FC membangun serangan. Duet pertahanan Persebaya Surabaya tersebut membantu tim menjaga organisasi permainan meski tekanan lawan terus datang.

Persebaya Surabaya memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan. Miguel Pereira melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-54, sedangkan Jefferson Silva mengancam lewat sepakan keras lima menit berselang.

Persebaya Bertahan Hingga Peluit Panjang

Situasi pertandingan berubah pada menit ke-66 ketika pemain belakang Arema FC menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira. Keunggulan jumlah pemain memberi Persebaya Surabaya ruang lebih besar untuk mengontrol ritme permainan.

Namun, Arema FC tidak menyerah meski bermain dengan 10 pemain. Tim Singo Edan terus mencari gol penyeimbang, terutama ketika pertandingan memasuki 10 menit terakhir. Bernardo Tavares pun melakukan penyegaran sejak awal babak kedua dengan memasukkan Reza Arya dan Ricky Pratama. Keduanya menggantikan Ernando Ari dan Rachmat Irianto untuk menjaga intensitas permainan Persebaya Surabaya.

Enam menit tambahan waktu menjadi ujian terakhir bagi Green Force. Dengan kondisi fisik yang sudah terkuras, Persebaya Surabaya tetap disiplin menjaga pertahanan sampai wasit meniup peluit panjang. Kemenangan 1-0 akhirnya membawa Persebaya Surabaya ke final Piala Presiden 2026.

Hasil tersebut sekaligus membuka peluang Green Force meraih gelar juara, tetapi tantangan berikutnya sudah menanti karena Persib Bandung menjadi lawan di partai puncak. Bernardo Tavares kini harus memastikan kondisi pemain kembali pulih sebelum final. Dengan waktu pemulihan yang menjadi sorotan setelah semifinal, kebugaran pemain bisa menjadi salah satu faktor penting dalam upaya Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama