Layanan pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) terus menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai. Hingga akhir tahun 2025, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Namun, seiring dengan kemudahannya, risiko terkait pinjol ilegal, suku bunga yang tinggi, dan praktik penagihan yang agresif juga semakin meningkat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hingga Desember 2025, terdapat 95 penyelenggara fintech lending yang berizin resmi. Di sisi lain, ribuan entitas ilegal telah berhasil dihentikan. Dalam situasi yang kompleks ini, sangat penting bagi pengguna untuk memahami cara memanfaatkan pinjol sebagai alat manajemen likuiditas sementara, bukan sebagai sumber masalah keuangan jangka panjang.
Gambaran Singkat Industri Pindar di Indonesia
Bulan ini, OJK merilis daftar lengkap 95 platform pinjol legal yang dapat diakses publik sebagai panduan bagi masyarakat dalam memilih penyedia pinjaman yang aman.
Periode 1 Januari hingga 30 November 2025 menunjukkan tingginya laporan pengaduan yang diterima OJK terkait entitas keuangan ilegal. Khusus untuk pinjol ilegal, tercatat sebanyak 18.633 laporan.
Sementara itu, di sektor industri pinjol yang legal, nilai outstanding pembiayaan peer-to-peer (P2P) lending menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025, mengindikasikan adanya permintaan yang kuat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa nilai outstanding pinjol mencapai Rp 92,92 triliun pada Oktober 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 23,86 persen secara tahunan (year-on-year / yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 22,16 persen yoy.
"Outstanding pembiayaan pada Oktober 2025 tumbuh 23,86 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp 92,92 triliun," ungkap Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025.
Panduan Menggunakan Pinjol dengan Aman dan Bertanggung Jawab
Menggunakan pinjol untuk memenuhi kebutuhan dana bukanlah hal yang salah, asalkan dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan masalah keuangan pribadi. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda terapkan:
1. Prioritaskan Legalitas: Pastikan Platform Terdaftar di OJK
Langkah pertama yang krusial sebelum mengajukan pinjaman di platform pinjol adalah memverifikasi status perizinan penyelenggara. Pastikan platform tersebut terdaftar dan berizin resmi di OJK.
Daftar penyelenggara fintech lending yang berizin dapat diakses melalui direktori OJK. Meminjam dari platform pinjol ilegal dapat berujung pada penyalahgunaan data pribadi, suku bunga dan denda yang tidak transparan, serta praktik penagihan yang melanggar hukum.
Cara cepat untuk melakukan verifikasi: * Kunjungi laman direktori OJK untuk Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau hubungi OJK melalui nomor 157 atau layanan WhatsApp resmi OJK untuk menanyakan status izin. * Waspadai tawaran pinjaman yang datang melalui SMS atau WhatsApp tanpa informasi perusahaan yang jelas. Anggap tawaran semacam itu sebagai indikasi kecurigaan. * OJK sangat mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa penyelenggara LPBBTI/Fintech P2P lending yang telah memiliki izin resmi.
2. Pahami Kontrak Pinjaman: Baca Syarat dan Ketentuan Secara Seksama
Sebelum menyetujui pinjaman, luangkan waktu untuk membaca dan memahami seluruh Syarat dan Ketentuan yang berlaku. Perhatikan detail mengenai suku bunga, biaya administrasi, jangka waktu pinjaman, serta mekanisme denda jika terjadi keterlambatan pembayaran.
Platform pinjol legal diwajibkan menyajikan informasi produk secara transparan. Jika informasi yang dibutuhkan tidak tersedia di aplikasi atau situs web, sebaiknya hentikan proses pengajuan.
Praktik yang baik adalah menyimpan tangkapan layar (screenshot) dari kontrak atau halaman persetujuan sebagai bukti. Selain itu, bandingkan total biaya pinjaman, termasuk bunga dan biaya lainnya, untuk mengetahui Angka Penjumlahan Riil (Annual Percentage Rate / APR) efektif sebelum Anda memutuskan untuk meminjam.
3. Batasi Penggunaan untuk Kebutuhan Likuiditas Jangka Pendek
Pinjol idealnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan bersifat sementara, seperti biaya pengobatan darurat, perbaikan mendadak, atau kebutuhan likuiditas jangka sangat pendek. Hindari penggunaan pinjol untuk konsumsi rutin atau untuk menutupi utang lain.
Jika pinjol dijadikan sebagai "rotasi" untuk melunasi pinjaman lain, risiko terjadinya utang yang semakin menumpuk akan sangat besar. Untuk mengelola ini, Anda dapat mencatat tujuan pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan mengalokasikan sumber dana pembayaran secara khusus agar tidak tercampur dengan anggaran harian Anda.
4. Sesuaikan Jumlah Pinjaman dengan Kemampuan Bayar
Prinsip utama dalam mengajukan pinjaman adalah jangan meminjam lebih dari yang mampu Anda lunasi dari pendapatan rutin dalam satu periode gaji, misalnya satu bulan.
Sebaiknya, total cicilan bersih Anda, termasuk pinjaman dari pinjol, tidak melebihi 20 hingga 30 persen dari pendapatan bulanan. Hal ini penting agar kebutuhan hidup dasar Anda tetap terpenuhi.
Sebagai contoh, jika gaji bersih Anda adalah Rp 6 juta per bulan, maka idealnya total cicilan Anda tidak melebihi Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 juta per bulan. Jika tenor pinjaman sangat singkat, misalnya 7 hingga 30 hari, hitung kembali dengan cermat kemampuan Anda untuk membayar saat tanggal jatuh tempo tiba.
5. Perhatikan Batas Bunga dan Biaya Tersembunyi
Struktur bunga dan biaya antar platform pinjol bisa sangat bervariasi. Untuk pinjol yang legal, informasi mengenai bunga harian atau bulanan wajib tertera dengan jelas.
Waspadalah terhadap aplikasi yang menjanjikan bunga rendah namun memiliki biaya-biaya tersembunyi yang tidak transparan. Hitunglah total jumlah yang akan Anda bayarkan, meliputi pokok pinjaman, bunga, dan seluruh biaya yang dikenakan, lalu bandingkan dengan kebutuhan riil Anda.
6. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi: Batasi Akses Aplikasi
Beberapa aplikasi pinjol mungkin meminta akses ke daftar kontak, galeri foto, atau izin membaca SMS. Berikan akses hanya pada hal-hal yang benar-benar diperlukan untuk proses verifikasi.
Pinjol ilegal sering kali memanfaatkan data kontak untuk menekan peminjam melalui ancaman penyebaran informasi pribadi. Jika sebuah platform meminta akses yang berlebihan dan tidak relevan, segera hentikan proses pengajuan.
7. Siapkan Dana Pelunasan Tepat Waktu
Keterlambatan pembayaran sekecil apa pun pada pinjol dapat memicu denda harian dan/atau eskalasi praktik penagihan. Jika Anda menghadapi kendala likuiditas, prioritaskan untuk segera melunasi pinjaman atau melakukan negosiasi restrukturisasi dengan penyelenggara yang berizin.
Simpan nomor layanan konsumen resmi dari platform pinjol Anda dan dokumentasikan setiap bukti komunikasi yang terjadi.
8. Laporkan Praktik Ilegal dan Penagihan yang Melampaui Batas
Jika Anda mengalami ancaman, penyebaran data pribadi, atau praktik penagihan yang tidak etis, segera laporkan kepada pihak berwenang: * Hubungi kontak resmi OJK (telepon 157 atau WhatsApp resmi). * Laporkan kepada Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). * Jika terdapat unsur ancaman atau pemerasan, laporkan kepada aparat penegak hukum.
OJK telah menindak ribuan pengaduan dan banyak entitas ilegal sepanjang tahun 2025. Pelaporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu penegakan hukum dan perlindungan konsumen. Ribuan pengaduan terkait pinjol ilegal yang dilaporkan sepanjang 2025 menunjukkan skala permasalahan yang dihadapi.
9. Manfaatkan Fitur Proteksi dan Edukasi Finansial
OJK dan lembaga terpercaya lainnya secara rutin menyelenggarakan edukasi finansial dan menyediakan daftar platform pinjol resmi. Gunakan sumber-sumber informasi ini sebagai rujukan sebelum mengunduh aplikasi pinjol baru atau memberikan data pribadi Anda.
Penting diingat, tidak semua aplikasi yang populer di toko aplikasi memiliki status legal. Selalu lakukan pengecekan di direktori OJK untuk memastikan legalitasnya.
10. Negosiasi dan Dokumentasikan Jika Mengalami Kesulitan Bayar
Apabila Anda tidak mampu membayar pinjaman saat jatuh tempo, jangan panik. Segera hubungi layanan konsumen dari platform pinjol legal untuk meminta opsi restrukturisasi pembayaran. Dokumentasikan seluruh percakapan dan kesepakatan yang terjadi.
Hindari godaan untuk meminjam lagi guna menutupi pinjaman yang ada tanpa perencanaan matang, karena hal ini dapat menciptakan efek bola salju utang yang sulit dikendalikan. Lembaga keuangan formal yang berizin umumnya bersedia memberikan solusi manajemen utang jika komunikasi dijalin dengan baik.
Penggunaan pinjol dapat menjadi solusi yang membantu jika dilakukan secara bijak, diperuntukkan bagi kebutuhan tempo pendek, dan setelah melalui proses verifikasi legalitas yang cermat. Namun, data pengaduan dan tindakan tegas terhadap entitas ilegal sepanjang 2025 menjadi pengingat penting bahwa tidak semua tawaran pinjaman daring aman. Verifikasi legalitas, pemahaman mendalam mengenai total biaya pinjaman, dan dokumentasi setiap komunikasi adalah kunci utama agar pinjol tidak justru mengganggu stabilitas keuangan pribadi Anda.