Kunjungan wisatawan ke Pangandaran tahun 2025 melampaui 2,5 juta orang

Kunjungan wisatawan ke Pangandaran tahun 2025 melampaui 2,5 juta orang

Pangandaran Catat Lonjakan Wisatawan di 2025, Lampaui Target Pendapatan Daerah

Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan mencatat jumlah kunjungan wisatawan yang impresif sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 2,5 juta wisatawan membanjiri berbagai objek wisata di wilayah pesisir selatan Jawa Barat ini, menandakan geliat positif yang signifikan dalam sektor pariwisata daerah. Angka ini tidak hanya mencerminkan daya tarik alam Pangandaran yang beragam, tetapi juga strategi pengelolaan pariwisata yang mulai membuahkan hasil.

Total kunjungan wisatawan yang tercatat mencapai angka fantastis sebesar 2.587.229 orang. Angka ini merupakan akumulasi dari kunjungan ke berbagai destinasi, mulai dari pantai-pantai eksotis hingga keindahan alam yang menawan. Kunjungan tersebut tidak hanya didominasi oleh wisatawan lokal dari Jawa Barat, tetapi juga merambah ke berbagai provinsi lain di Pulau Jawa dan bahkan dari luar pulau, menegaskan bahwa Pangandaran memiliki daya tarik lintas regional yang mampu memikat hati para pelancong sepanjang tahun.

Pantai Pangandaran Tetap Menjadi Primadona

Dari enam objek wisata unggulan yang menjadi lokomotif pariwisata Pangandaran, Pantai Pangandaran secara konsisten membuktikan diri sebagai magnet utama bagi para pengunjung. Destinasi ikonik ini berhasil menyedot perhatian sebanyak 1.650.000 wisatawan. Angka ini jauh melampaui destinasi lain di wilayah tersebut, menunjukkan superioritasnya sebagai tujuan utama.

Di belakang Pantai Pangandaran, beberapa destinasi lain turut mencatatkan jumlah kunjungan yang signifikan, memperkaya pengalaman wisatawan yang datang. Pantai Batukaras menjadi destinasi kedua terpopuler dengan 346.418 pengunjung. Menyusul kemudian adalah Pantai Batuhiu yang dikunjungi oleh 180.524 orang, serta Pantai Karapyak yang menarik minat 176.194 wisatawan.

Selain pantai, pesona alam Pangandaran yang lain juga tidak kalah memikat. Green Canyon, dengan formasi batuan dan aliran sungainya yang unik, berhasil menarik 77.868 pengunjung. Sementara itu, Pantai Madasari, yang menawarkan suasana lebih tenang dan pemandangan laut lepas yang indah, mencatat angka kunjungan sebesar 155.274 orang. Keragaman penyebaran angka kunjungan ini mengindikasikan bahwa wisatawan tidak lagi terpaku pada satu lokasi, melainkan antusias untuk mengeksplorasi berbagai keindahan natural yang ditawarkan oleh Kabupaten Pangandaran.

Puncak Kunjungan dan Kontribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah

Momen libur Lebaran 2025 menjadi periode puncak kunjungan wisatawan di Pangandaran. Selama periode tersebut, tercatat lonjakan signifikan dengan total kunjungan mencapai 626 ribu wisatawan. Lonjakan ini membawa dampak positif yang substansial terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran, baik melalui retribusi tiket masuk maupun perputaran ekonomi di sektor jasa pariwisata lainnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari sektor pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tepatnya dari tanggal 25 hingga 27 Desember 2025, tercatat sekitar 46 ribu pengunjung memadati berbagai objek wisata di kawasan tersebut. "Jika dikalkulasikan ke pendapatan asli daerah (PAD), momen Nataru ini dari 25–26 Desember pendapatan mencapai Rp409 juta," ujar Sarlan.

Lebih membanggakan lagi, capaian PAD dari sektor pariwisata di Pangandaran pada tahun 2025 ini telah melampaui target yang telah ditetapkan. Target PAD dari sektor pariwisata untuk tahun ini adalah sebesar Rp42 miliar. "Dan alhamdulillah sampai 26 Desember ini sudah Rp45 miliar, bahkan sudah melampaui target," ungkap Sarlan dengan rasa syukur.

Respon Pemerintah Daerah dan Proyeksi Tahun 2026

Menanggapi tingginya animo wisatawan, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyatakan bahwa situasi kunjungan wisata selama periode Nataru berjalan dengan lancar dan terkendali. Ia menekankan bahwa tidak terjadi penumpukan massa yang signifikan di satu titik, melainkan arus kunjungan wisatawan datang secara bertahap, menjaga kondusivitas aktivitas pariwisata.

"Situasi kunjungan wisata sepanjang Nataru berjalan ramai lancar tanpa ada penumpukan massa signifikan di satu titik. Arus kunjungan wisatawan datang secara bertahap sehingga aktivitas pariwisata tetap terjaga kondusif," ujar Bupati Pitriyami.

Lebih lanjut, Bupati Pitriyami memprediksi bahwa volume kunjungan wisatawan ke Pangandaran akan terus meningkat, bahkan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun menuju 2026 dan beberapa minggu pertama di tahun tersebut. Prediksi ini sejalan dengan berbagai agenda kegiatan wisata, event lokal yang menarik, serta program promosi berkelanjutan yang digalakkan oleh pemerintah daerah dan para pelaku pariwisata setempat.

Pangandaran sebagai Pilar Pariwisata Jawa Barat

Angka kunjungan wisatawan yang fantastis di Pangandaran tidak hanya menjadi kebanggaan daerah itu sendiri, tetapi juga mencerminkan peran krusial kawasan ini bagi pariwisata Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mengkonfirmasi bahwa Pangandaran termasuk dalam daftar destinasi favorit wisatawan nusantara sepanjang tahun 2025. Keberhasilan Pangandaran sejajar dengan kawasan wisata populer lainnya seperti Bandung, Garut, dan Bogor.

Tren positif ini diperkuat oleh prediksi pergerakan wisatawan pada periode libur Nataru 2025–2026 yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat. Dalam prediksi tersebut, Pangandaran kembali menempatkan diri sebagai salah satu tujuan pilihan utama bagi para pelancong. Estimasi kunjungan lebih dari dua juta orang selama periode liburan panjang tersebut menegaskan kembali daya tarik Pangandaran yang tak lekang oleh waktu. Dengan terus berkembangnya infrastruktur dan promosi yang gencar, Pangandaran diproyeksikan akan terus menjadi primadona pariwisata di Jawa Barat dan bahkan di kancah nasional di tahun-tahun mendatang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama