Asing Borong DEWA, ANTM, ADMR; Lepas BUMI: Rp 1,96 T Net Buy

Arus Dana Asing Kembali Membanjiri Pasar Saham, IHSG Melaju Kencang

Perdagangan saham di pasar domestik pada hari Senin lalu mencatatkan momentum positif yang signifikan, ditandai dengan kembalinya minat investor asing untuk melakukan aksi beli bersih (net buy). Aliran dana segar senilai Rp 1,96 triliun ini menjadi penopang utama kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil ditutup menguat sebesar 1,25%, mencapai level 8.644,26.

Data statistik dari bursa menunjukkan bahwa total nilai transaksi saham pada hari tersebut mencapai angka fantastis Rp 22,51 triliun. Volume perdagangan pun tak kalah impresif, dengan sekitar 39,1 miliar saham berpindah tangan. Frekuensi transaksi pun menembus rekor baru, mencapai lebih dari 2,72 juta kali, mencerminkan tingginya aktivitas dan antusiasme pelaku pasar.

Meskipun secara harian investor asing membukukan pembelian bersih setara dengan US$116,77 juta, perlu dicatat bahwa secara akumulasi dari awal tahun hingga saat ini (year to date/YTD), pasar saham domestik masih mencatatkan posisi jual bersih (net sell) sebesar Rp 16,40 triliun. Namun demikian, tren beli bersih asing pada hari tersebut memberikan sinyal positif yang patut diapresiasi.

Saham-Saham Paling Aktif Diperdagangkan

Dalam hiruk pikuk perdagangan, beberapa saham menonjol berkat tingginya volume dan nilai transaksi.

  • Berdasarkan Volume Perdagangan:

    • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendominasi dengan total perdagangan mencapai 5,56 miliar saham. Angka ini merepresentasikan porsi signifikan sebesar 14,22% dari total volume pasar pada hari itu.
    • Di posisi kedua, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan volume perdagangan sebanyak 3,46 miliar saham.
    • Selanjutnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyusul dengan volume perdagangan sebesar 3,08 miliar saham.
    • Beberapa saham lain yang juga menunjukkan aktivitas perdagangan tinggi meliputi PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).
  • Berdasarkan Nilai Transaksi:

    • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi, mencapai Rp 2,24 triliun. Nilai ini setara dengan 9,95% dari total nilai transaksi harian.
    • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,03 triliun.
    • Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai transaksi yang impresif sebesar Rp 953 miliar.
    • Daftar saham dengan nilai transaksi di atas Rp 890 miliar juga mencakup LPGI, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Tingginya minat investor ritel juga tercermin dari sisi frekuensi transaksi. Saham BUMI dan DEWA kembali menjadi primadona, masing-masing mencatatkan lebih dari 196 ribu kali transaksi. Saham lain dengan frekuensi transaksi yang tinggi antara lain BULL, INET, ANTM, dan BKSL, yang secara kolektif menandakan partisipasi aktif investor domestik di tengah reli pasar saham.

Konsentrasi Pembelian dan Penjualan Asing

Aliran dana asing yang masuk pada hari tersebut menunjukkan pola konsentrasi yang cukup jelas, terutama pada saham-saham yang bergerak di sektor energi dan pertambangan. Berdasarkan data transaksi broker, investor asing terlihat paling agresif memborong saham DEWA, dengan nilai beli bersih yang mencapai sekitar Rp 576,72 miliar.

Saham ANTM juga menjadi incaran investor asing, mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 301,67 miliar. Selain itu, saham-saham seperti ADMR, MDKA, dan ADRO juga menerima aliran dana asing dengan nilai net buy masing-masing di atas Rp 80 miliar. Sektor energi dan pertambangan tampaknya menjadi magnet utama bagi investor asing pada hari itu, terbukti dari pembelian bersih pada saham FILM, AMMN, PTRO, BRMS, hingga ARCI.

Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa investor asing juga melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan nilai net sell sekitar Rp 568,57 miliar.

Aksi jual bersih asing juga terlihat pada saham-saham perbankan besar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 414,27 miliar, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net sell sebesar Rp 227,73 miliar. Selain kedua bank tersebut, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masuk dalam daftar saham yang dilepas asing. Hal ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dan potensi rotasi sektor yang sedang terjadi di pasar.

Sektor Energi dan Bahan Baku Jadi Penggerak Utama

Penguatan IHSG yang signifikan pada perdagangan hari tersebut tidak lepas dari kinerja positif sektor energi dan sektor bahan baku. Indeks sektor energi berhasil mencatatkan kenaikan impresif sebesar 3,17% secara harian. Sementara itu, sektor bahan baku juga tidak kalah gemilang, dengan penguatan sebesar 3,11%.

Sejumlah saham di sektor energi, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bayan Resources Tbk (BREN), tercatat menjadi kontributor utama dalam mendorong penguatan indeks sektor energi. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa sektor-sektor fundamental tersebut memiliki daya tarik yang kuat bagi investor, baik asing maupun domestik, di tengah dinamika pasar saham yang terus bergerak.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama