Mudik Lewat Cirebon? Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pantura dan Tol Trans Jawa

Mudik Lewat Cirebon? Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pantura dan Tol Trans Jawa

Persiapan Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Wilayah Cirebon

Pemudik yang melintasi wilayah Cirebon selama arus mudik Lebaran 2026 diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur utama. Kawasan ini kembali diprediksi menjadi salah satu titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario pengaturan arus kendaraan, baik di jalur arteri Pantura maupun jalan tol Trans Jawa. Rencana tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait serta kepolisian di wilayah sekitar Cirebon.

“Kami kemarin sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, instansi terkait, stakeholder, serta berkoordinasi dengan Polres tetangga seperti Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon Kota dan Brebes Jawa Tengah,” ujar Imara saat diwawancarai media, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional jika terjadi kepadatan kendaraan, khususnya di jalur arteri Pantura yang menjadi jalur utama pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan sebaliknya. Untuk jalur arteri akan diterapkan CB atau cara bertindak tertentu jika terjadi kepadatan.

Sementara itu, untuk pengaturan arus kendaraan di jalan tol, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Korlantas Polri maupun Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat. “Untuk penerapan rekayasa seperti one way sepenggal dan lain sebagainya, kami masih menunggu instruksi dari Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Jawa Barat,” jelas dia.

Selain menyiapkan skema pengaturan lalu lintas, polisi juga mengingatkan para pemudik untuk memperhatikan faktor cuaca yang belakangan masih sering diguyur hujan. Imara mengimbau khususnya pengendara sepeda motor agar mempersiapkan perlengkapan berkendara dengan baik demi keselamatan selama perjalanan mudik.

“Mengingat cuaca masih sering turun hujan, kami mengimbau pengendara roda dua agar jangan lupa menyiapkan jas hujan,” katanya. Ia juga menyarankan pemudik untuk tidak memaksakan perjalanan jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan jarak pandang menjadi terbatas.

“Di jalur arteri kami menyediakan tempat istirahat seperti masjid dan lain-lain. Silakan menepi jika hujan sangat lebat,” ujarnya. Bagi pengguna jalan tol, Imara meminta agar pengemudi memanfaatkan rest area jika kondisi hujan deras mengganggu jarak pandang.

“Jika hujan sangat deras dan jarak pandang terganggu, silakan beristirahat di rest area. Namun, harap memperhatikan waktu istirahat karena rest area digunakan bersama-sama agar bisa bergantian dengan pemudik,” ucap mantan Wakapolresta Cirebon itu.

Sebelumnya, wilayah Cirebon kembali diprediksi menjadi salah satu simpul utama arus mudik nasional pada Lebaran 2026. Mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang melintas di jalur arteri Pantura maupun jalan tol, jajaran kepolisian mulai menyiapkan berbagai sarana prasarana lalu lintas, mulai dari rambu penunjuk arah hingga water barrier.

Persiapan tersebut dilakukan oleh jajaran Polresta Cirebon dengan melakukan pengecekan langsung peralatan pendukung Operasi Ketupat 2026 di halaman Kantor Sat Samapta Polresta Cirebon, Sabtu (7/3/2026). Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik yang diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

“Kami dari Polresta Cirebon Polda Jawa Barat sore ini melaksanakan pengecekan tentang alat-alat yang akan kami gunakan untuk pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat 2026,” ujar Imara. Ia menjelaskan, berbagai perlengkapan lalu lintas telah disiapkan untuk mendukung pengaturan arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.

“Sarana prasarana tersebut terdiri dari beberapa unit, yaitu traffic cone sekitar 250 unit, water barrier sekitar 200 unit, trailing 100 unit, tolo-tolo 300 unit, pembatas bambu sekitar 500 unit, serta rambu portable sebanyak 50 unit,” ucapnya. Menurut Imara, keberadaan perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu petugas di lapangan dalam mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan petunjuk yang jelas bagi para pemudik.

“Diharapkan dengan adanya penambahan maupun perbaikan alat-alat ini dapat mempermudah petugas dan membantu masyarakat agar tidak tersesat atau terganggu dalam perjalanan mudiknya,” jelas dia. Ia menambahkan, wilayah Cirebon memiliki posisi strategis karena menjadi titik pertemuan jalur arteri Pantura dengan jaringan jalan tol Trans Jawa.

“Seperti yang kita ketahui, Cirebon merupakan titik pertemuan arus, baik jalur arteri maupun jalan tol,” katanya. Di wilayah Kabupaten Cirebon sendiri terdapat sekitar 50 kilometer ruas tol yang dilengkapi dengan lima gerbang tol, yakni Palimanan, Plumbon, Ciperna, Kanci dan Ciledug.

Selain menyiapkan rambu-rambu lalu lintas, polisi juga mengecek kesiapan kendaraan operasional, termasuk truk patroli dan armada penyelamatan atau rescue yang akan digunakan jika terjadi kendaraan mogok maupun kecelakaan di jalur mudik. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Cirebon dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama