Mengenal Kebiasaan Orang dengan Kepribadian Narsistik
Psikologi menjelaskan bahwa istilah narsistik sebenarnya merujuk pada gangguan kepribadian, bukan sekadar sifat sombong biasa. Orang dengan kepribadian narsistik cenderung menghabiskan waktu luangnya untuk hal-hal yang membuat dirinya merasa lebih baik. Mereka sebenarnya sangat tidak nyaman berada sendirian dan jarang memiliki hobi yang benar-benar menenangkan diri.
Berikut adalah lima kebiasaan yang biasa dilakukan orang narsistik ketika menghabiskan waktu luangnya sehari-hari:
-
Memposting tentang dirinya sendiri di media sosial
Orang narsistik terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain di berbagai kesempatan yang ada. Ketika tidak ada seorang pun di sekitar yang dapat memberikan validasi tersebut, mereka mencarinya secara daring. Banyak pengguna media sosial menikmati perhatian dari unggahan mereka sebagai sumber kesenangan sesaat semata. Namun orang narsistik menginginkan sensasi validasi yang jauh lebih besar dibanding kebanyakan pengguna lainnya. Mereka cenderung melebih-lebihkan cerita demi menarik perhatian sebanyak mungkin dari orang di sekitarnya. Memancing pujian dari orang lain menjadi kebiasaan yang sering dilakukan secara sadar maupun tidak. Kebutuhan validasi ini menjadi salah satu ciri khas utama dari kepribadian narsistik seseorang. Kebiasaan ini terus berulang karena validasi tersebut menjadi kebutuhan emosional yang sulit dipenuhi sendiri. -
Menghabiskan waktu berlama-lama bercermin
Melihat diri sendiri di cermin sebelum keluar rumah merupakan kebiasaan yang wajar dilakukan banyak orang. Namun orang narsistik menghabiskan waktu jauh lebih lama di depan cermin dibanding kebanyakan orang. Mereka terus membandingkan penampilan dirinya dengan orang lain, termasuk kenalan maupun figur publik terkenal. Perbandingan ini dilakukan untuk mencari berbagai cara guna terus memperbaiki penampilan dirinya sendiri. Orang narsistik tidak pernah puas dengan sesuatu yang kurang dari kesempurnaan yang mereka inginkan. Waktu berlebihan di depan cermin digunakan untuk menemukan kekurangan dan segera memperbaikinya. Kebiasaan ini mencerminkan standar tinggi yang mereka tetapkan terhadap penampilan fisiknya sendiri. Ketidakpuasan terhadap penampilan diri menjadi pendorong utama di balik kebiasaan bercermin yang berlebihan ini. -
Memutar ulang percakapan demi meningkatkan rasa percaya diri
Kebanyakan orang melamun saat merasa bosan, namun orang narsistik menghabiskan waktunya memutar ulang berbagai kejadian. Mereka mengingat kembali setiap momen yang pernah dialami, namun selalu menempatkan dirinya sebagai sosok pahlawan. Sebagai contoh, setelah berselisih kecil dengan atasan, mereka memikirkan cara untuk memenangkan perdebatan tersebut. Terkadang mereka bahkan membayangkan ulang situasi tersebut dan menganggapnya sebagai kenyataan yang benar terjadi. Mereka tidak pernah berfokus pada kesalahan yang mungkin telah mereka lakukan dalam situasi tersebut. Sebaliknya, mereka hanya memikirkan hal-hal benar yang telah mereka lakukan dalam interaksi tersebut. Orang lain yang terlibat dalam interaksi tersebut selalu dianggap sebagai pihak yang bersalah. Kebiasaan ini menjadi cara mereka menjaga citra diri tetap sempurna di mata dirinya sendiri. -
Berselingkuh dari pasangannya
Orang narsistik terus mencari cara untuk mengalihkan diri dari kenyataan bahwa mereka digerakkan oleh ego dan rasa tidak aman. Karena terus mencari validasi, mereka mencari sumber lain apabila pasangannya tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Sayangnya, kondisi ini dapat mendorong mereka untuk berselingkuh dari pasangan yang menjalani hubungan dengannya. Orang dengan kepribadian narsistik diketahui memiliki kecenderungan sembilan kali lebih besar untuk berselingkuh. Mereka melakukannya tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan yang telah menjalin hubungan dengan mereka. Kebutuhan untuk selalu merasa terpenuhi mendorong mereka melakukan berbagai cara demi mencapainya. Ketidaksetiaan ini menjadi salah satu dampak nyata dari kebutuhan validasi yang tidak pernah terpuaskan. Kebiasaan ini menunjukkan bagaimana rasa tidak aman tersembunyi dapat memengaruhi hubungan personal mereka. -
Menguntit orang lain secara daring
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain membuat orang narsistik sering menguntit kehidupan orang di sekitarnya. Orang-orang dari masa lalu sering menjadi target utama untuk mengisi waktu luang mereka. Mereka mengaku tidak peduli terhadap orang tersebut, namun tetap menghabiskan waktu memantau kehidupan mereka. Mantan kekasih atau atasan lama sering menjadi sasaran utama dari kebiasaan menguntit ini. Mereka juga dapat menguntit rekan kerja atau teman saat ini untuk mencari informasi tertentu. Informasi yang ditemukan tersebut terkadang digunakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan mereka sendiri. Orang narsistik memiliki batasan yang sangat lemah, terutama saat merasa kehilangan kendali atau ditolak. Perasaan tersebut mendorong mereka menjadi terobsesi untuk terus memantau kehidupan orang lain di sekitarnya.