Rute Baru Selat Hormuz Dibahas Iran dan Oman

Rute Baru Selat Hormuz Dibahas Iran dan Oman

Perkembangan Terbaru di Selat Hormuz

Selat Hormuz, salah satu jalur maritim paling penting di dunia, sedang menjadi fokus perhatian internasional. Iran dan Oman dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali koridor sementara yang akan memungkinkan pelayaran komersial kembali berjalan melalui wilayah tersebut.

Rencana Koridor Sementara

Menurut laporan yang dikutip oleh sejumlah pejabat, kapal-kapal yang masuk ke Teluk Persia akan melewati jalur dekat garis pantai Iran, sementara kapal-kapal yang keluar dari Teluk Persia akan menggunakan rute terpisah yang berada di sepanjang perairan Oman. Skema ini berbeda dari Traffic Separation Scheme (TSS) yang selama ini digunakan untuk mengatur lalu lintas kapal.

Dalam rencana ini, kapal-kapal tidak akan dikenakan biaya tol, tetapi akan dikenai "biaya layanan" untuk mendanai keamanan maritim, perlindungan lingkungan, dan operasi pemantauan. Pendapatan dari biaya layanan tersebut akan dibagi rata antara Iran dan Oman. Namun, seorang pejabat AS menyangkal laporan tersebut dengan menyatakan bahwa koridor sementara yang sedang dibahas tidak memerlukan otorisasi Iran maupun melibatkan pembayaran.

Kekhawatiran di Pentagon

Pengaturan ini telah memicu kekhawatiran di kalangan pejabat di Pentagon. Menurut laporan The New York Times, para kritikus berargumen bahwa perjanjian semacam itu dapat dianggap sebagai pengakuan de facto atas otoritas Iran terhadap jalur perairan internasional. Selain itu, ada kekhawatiran tentang ranjau laut yang masih tersisa di beberapa bagian selat, yang dapat memaksa kapal-kapal komersial untuk mengoordinasikan pergerakan mereka dengan otoritas Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) terus mengawasi pelayaran komersial melalui kawasan tersebut meskipun beroperasi di bawah ancaman serangan rudal Iran yang terus-menerus.

Peran Presiden Trump

Laporan juga menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump dua kali dalam beberapa pekan terakhir menolak memberikan izin untuk melancarkan serangan militer terhadap target-target Iran yang telah dipersiapkan oleh Komandan CENTCOM Jenderal Brad Cooper. Trump memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz secepat mungkin, bahkan jika hal itu mengharuskannya menyetujui kesepakatan yang memberikan Iran pengaruh tertentu atas lalu lintas maritim melalui jalur perairan vital tersebut.

Sejarah TSS

Mengutip Strauss Center, Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi satu-satunya jalur maritim dari kawasan teluk yang kaya minyak menuju Samudra Hindia. Jalur ini termasuk salah satu titik hambatan (chokepoint) minyak terpenting di dunia.

Kapal tanker mengangkut sekitar 17 juta barel minyak setiap hari melalui selat ini, atau setara dengan 20 hingga 30 persen dari total konsumsi dunia. Dengan demikian, sekitar 88 persen dari seluruh minyak yang meninggalkan Teluk Persia melewati Selat Hormuz. Lebar selat ini sekitar 30 mil pada titik tersempitnya.

Untuk mengatur pergerakan kapal-kapal besar di perairan yang terbatas tersebut, Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah mengakui Skema Pemisahan Lalu Lintas atau Traffic Separation Scheme (TSS). TSS terdiri dari dua jalur pelayaran yang masing-masing memiliki lebar dua mil: satu untuk lalu lintas masuk dan satu untuk lalu lintas keluar. Kedua jalur pelayaran tersebut dipisahkan oleh zona penyangga selebar dua mil.

Penegasan Iran

Meski ada laporan mengenai negosiasi dengan AS, Iran menegaskan bahwa keterlibatan mereka saat ini terbatas pada pembicaraan dengan Oman terkait masa depan navigasi melalui Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa Iran dan Oman sedang berupaya membangun koridor maritim sementara. "Upaya ini bertujuan untuk menentukan, sesegera mungkin dan melalui konsultasi dengan Oman, rute yang bersifat sementara sehingga keselamatan navigasi melalui Selat Hormuz dapat dipastikan," katanya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengindikasikan negosiasi hampir selesai. Ia mengatakan bahwa pembicaraan dengan Oman sedang dalam proses penyelesaian dan berfokus pada pembentukan rute yang menghormati kedaulatan kedua negara.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama