UMKM News- Tiga klub sampai saat ini belum meraih poin di Super League 2026/2027, membuat posisi pelatih masing-masing tim berada di ujung tanduk.
Ketiga klub yang dimaksud adalah Persijap Jepara, PSS Sleman, dan Isenmulang Kalteng FC.
Catatan minor tersebut membuat mereka saat ini menghuni zona degradasi pada papan klasemen sementara Super League 2026/2027.
Dalam kondisi seperti ini, sosok pelatih tentu akan menjadi sorotan.
Nasib pelatih dari masing-masing kub saat ini bisa dibilang sedang di ujung tanduk.
Jika pada laga selanjutnya tidak memberi poin atau kemenangan, bukan tidak mungkin klub akan mendepaknya.
Mario Lemos (Persijap Jepara)
Mario Lemos sejatinya bukan sosok baru di Persijap Jepara.
Juru taktik asal Portugal itu memiliki peran penting saat membawa Laskar Kalinyamat, julukan Persijap Jepara, terhindar dari degradasi di Super League musim lalu.
Namun pada awal musim ini, Mario Lemos justru tidak mengemban jabatan sebagai pelatih kepala.
Manajemen Persijap Jepara menempatkannya sebagai Direktur Teknik, dan menunjuk Juan Cortes sebagai pelatih kepala tim.
Kiprah pelatih asal Spanyol itu hanya seumur jagung. Manajemen Persijap Jepara menukar posisi Mario Lemos dengan Juan Cortes.
Keputusan itu dibuat setelah Laskar Kalinyamat menelan dua kekalahan beruntun di bawah komando Juan Cortes.
Alih-alih langsung mencuri poin di tangan Mario Lemos, kenyataannya Persijap Jepara justru kembali menderita.
Teranyar, Laskar Kalinyamat kalah tipis 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9).
Kekalahan ketiga beruntun tersebut membuat Persijap Jepara kini menghuni posisi ke-16 dengan nol poin.
Namun tampaknya, nasib Mario Lemos masih cukup aman, mengingat dia baru memimpin tim dalam satu pertandingan.
Manajemen klub diperkirakan tidak akan mengambil keputusan dini untuk menentukan nasib Mario Lemos.
Pada laga pekan keempat, Persijap Jepara akan menantang Bali United pada Sabtu (10/10) mendatang.
Laga tersebut bisa menjadi momentum bagi Mario Lemos untuk membawa Laskar Kalinyamat menyudahi tren negatif.
Pieter Huistra (PSS Sleman)
Pieter Huistra juga bukan wajah baru di PSS Sleman.
Juru taktik asal Belanda ini memiliki peranan penting dalam membawa skuad Super Elja, julukan PSS Sleman, promosi ke Super League 2026/2027.
Akan tetapi, perjalanan awal Pieter Huistra bersama PSS Sleman di musim ini tidak mulus.
Bagaimana tidak? Di bawah komandonya, Super Elja menelan tiga kekalahan beruntun.
PSS Sleman menelan kekalahan 1-2 dari Bali United di laga pembuka musim ini, kemudian kalah 1-3 saat menjamu Madura United di pekan kedua. Teranyar, Super Elja kalah 1-2 di markas Dewa United.
Tiga kekalahan beruntun ini langsung menyita perhatian fans PSS Sleman.
Fans sangat kecewa dengan hasil minor tim kebanggaannya di tiga laga awal musim ini.
Rentetan hasil minor tersebut membuat Super Elja menghuni posisi ke-17 dengan nol poin.
Nah, kali ini, posisi Pieter Huistra bisa dibilang terancam.
Pasalnya, dia yang paling bertanggung jawab atas rentetan hasil minor PSS Sleman dalam tiga laga awal musim ini.
Perjuangan Pieter Huistra untuk mempersembahkan poin ataupun kemenangan pun tidak akan mudah.
Pasalnya, PSS Sleman akan menantang PSM Makassar dalam laga pekan keempat pada Minggu (11/10).
Andai kembali menelan kekalahan, tampaknya bukan tidak mungkin manajemen PSS Sleman bakal mendepak Pieter Huistra.
Atau bisa jadi, eks pelatih Borneo FC itu masih diberi kesempatan untuk memperbaiki performa Super Elja.
Mundari Karya (Isenmulang Kalteng FC)
Mundari Karya menjadi satu-satunya pelatih lokal di Super League 2026/2027.
Namun, dia belum memberikan hasil manis untuk klub promosi tersebut.
Isenmulang Kalteng FC babak belur di tiga laga awal Super League musim ini.
Bahkan, gawang tim berjuluk Laskar Tambun Bungai itu sudah kebobolan 10, menjadikannya klub Super League yang banyak kebobolan sejauh ini.
Isenmulang Kalteng FC mengawali musim dengan kekalahan telak 1-4 dari Arema FC.
Skor yang sama juga mereka dapat ketika menghadapi Bali United di pekan kedua.
Kemudian pada laga teranyar, tim asuhan Mundari Karya itu kalah 0-2 dari Bhayangkara FC.
Tiga kekalahan beruntun serta kebobolan 10 gol membuat Isenmulang Kalteng FC terkunci di dasar klasemen sementara Super League 2026/2027.
Tim yang dulunya bernama Adhyaksa FC itu sedang mengemas minus 2 poin. Mereka mendapat poin minus karena melanggar regulasi terkait Club Licensing.
Jika dibandingkan dua pelatih di atas, tampaknya nasib Mundari Karya berada yang paling di ujung tanduk.
Manajemen Isenmulang Kalteng FC wajib berbenah jika ingin tetap eksis di Super League.
Mundari Karya akan dihadapkan dengan ujian berat pada pertandingan pekan keempat Super League 2026/2027.
Isenmulang Kalteng FC bakal menantang Persebaya Surabaya pada Jumat (9/10).
Laga tersebut diperkirakan akan menjadi penentu nasib pelatih berusia 66 tahun tersebut.