
UMKM News, LINGGA - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Kampung Baru, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Minggu (20/9/2026).
Kobaran api yang awalnya terlihat kecil perlahan membesar dan merambat melalui semak belukar hingga mendekati permukiman warga.
Kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir, lantaran api bergerak cepat akibat tiupan angin kencang.
Kepala Dusun setempat, Januar, mengatakan laporan awal mengenai kebakaran diterimanya dari seorang warga bernama Nur sekitar pukul 11.35 WIB.
Saat itu, Nur melaporkan kepada istri Januar bahwa terdapat kobaran api di sekitar area rumahnya.
"Saat itu istri saya langsung bilang ke saya soal laporan Mba Nur, langsung saya ke sana untuk memadamkan api," ungkap Januar kepada UMKM News.
Januar mengaku sempat mengira kobaran api masih dapat ditangani secara mandiri karena dianggap kecil.
Namun, sesampainya di lokasi, kondisi api ternyata sudah membesar sehingga upaya pemadaman awal tidak mampu mengendalikan kobaran tersebut.
"Pas saya sampai, rupanya api sudah membesar dan tak bisa kami tangani hingga kami membuat aduan ke Damkar," ujarnya.
Warga Kampung Baru, Ali, mengatakan api lewat kobaran asap pertama kali terlihat sekitar pukul 11.30 WIB.
Dari kawasan Kampung Baru, kobaran api saat itu masih terlihat kecil dari kejauhan.
Namun, dalam waktu sekitar dua jam, api semakin membesar dan mulai bergerak mendekati rumah-rumah warga.
"Awalnya jam 11 lewat dari jauh kami nampak api masih kecil, tapi sekitar jam 13.00 WIB api sudah membesar, merambat mendekati ke rumah warga," ungkap Ali.
Menurut Ali, kobaran api bahkan sempat mendekati bagian belakang salah satu rumah warga setelah menjalar melalui semak belukar.
"Api sudah berada di depan dapurnya, untuk warga Kampung Baru ini sama-sama mengatasi dengan menyiram air di area lokasi," katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan lahan di sisi jalan setapak Kampung Baru telah hangus terbakar hingga ke area Tambak Udang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim gabungan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 7 hingga 8 hektare.
Angin kencang membuat api lebih cepat merambat, sehingga petugas harus memprioritaskan titik-titik kebakaran yang berada dekat dengan permukiman.
Tim gabungan dari Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI AL, TNI AD, personel Polsek Singkep Barat, serta Satpol PP Kabupaten Lingga dikerahkan ke lokasi.
Upaya pemadaman turut mendapat dukungan mobil suplai air dari Perumda Tirta Lingga.
Kendaraan tersebut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Hal itu membantu personel di tengah situasi Armada Damkar yang rusak.
Penanganan di lapangan juga turut dipantau Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus melakukan pendinginan pada lahan yang telah terbakar.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi angin yang masih cukup kencang.
Komandan Regu (Danru) Piket Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga, Mordi, mengatakan petugas memprioritaskan penanganan pada bagian api yang terus bergerak mendekati permukiman.
"Pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah kobaran api meluas dan mengancam rumah-rumah warga di sekitar lokasi," kata Mordi.
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan.
Meski demikian, tim gabungan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi.
Petugas mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api akibat kondisi lahan yang telah terbakar dan tiupan angin kencang.
(UMKM News/Febriyuanda)