
Ringkasan Berita:
- Pemuda Muhammadiyah Papua Barat Daya mendesak investigasi menyeluruh terkait dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Puluhan siswa dan guru di SMP Muhammadiyah Al-Amin dan SD Muhammadiyah Kota Sorong mengalami gejala mual, muntah, dan diare.
- Puskesmas Malanu melaporkan lebih dari 20 siswa terdampak dan beberapa di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit.
- Program MBG dihentikan sementara di lokasi terdampak guna menunggu hasil pemeriksaan medis dan investigasi satgas.
UMKM News, SORONG -Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Provinsi Papua Barat Daya mendesak Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru di SMP Muhammadiyah Al-Amin dan SD Muhammadiyah Kota Sorong.
Desakan tersebut disampaikan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Papua Barat Daya, Wiryawan Kresna Wisnu Brata, di Kota Sorong, Sabtu (19/9/2026).
Wiryawan mengatakan sejumlah siswa dari jenjang SMP dan SD di kompleks pendidikan Muhammadiyah mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, Satgas MBG tidak cukup hanya menghentikan sementara penyaluran makanan, tetapi juga perlu melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke kedua sekolah tersebut.
"Kami mendesak Satgas MBG Papua Barat Daya untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh atau mendalam berkaitan dengan SPPG yang menjadi penyuplai di dua titik tersebut," kata Wiryawan.
Ia menilai investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian secara jelas sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi di sekolah lainnya.
"Harapan kami bukan hanya sekadar menutup sementara, tetapi benar-benar dilakukan investigasi mendalam. Ini sangat berbahaya dan harus menjadi pembelajaran bagi dapur-dapur atau SPPG yang lain," ujarnya.
Wiryawan menegaskan Pemuda Muhammadiyah tetap mendukung program MBG yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar.
Namun, pelaksanaan program tersebut harus disertai penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, terutama terkait keamanan dan kelayakan makanan.
"Selain itu, segera mengevaluasi SOP dalam menyediakan makanan bergizi gratis. Kami berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak ada kasus-kasus keracunan lainnya di kemudian hari," katanya.
Ia berharap hasil investigasi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyediaan dan distribusi makanan MBG. Dengan demikian, keamanan siswa sebagai penerima manfaat tetap menjadi perhatian utama.
Puluhan Siswa Mengalami Keluhan
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Malanu, dr. Idam, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah siswa SMP Muhammadiyah Al-Amin mengalami keluhan kesehatan dengan gejala serupa.
"Di sini banyak anak-anak yang mengalami keluhan yang sama, berupa mual, sakit perut, muntah, diare, bahkan disertai pusing," kata Idam saat berada di SMP Muhammadiyah Al-Amin, Kilometer 10, Kota Sorong.
Ia menyebut terdapat sekitar 20 siswa atau lebih yang mengalami keluhan tersebut. Beberapa di antaranya telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurut Idam, kesamaan gejala, waktu kejadian yang berdekatan, serta banyaknya siswa yang mengalami keluhan secara bersamaan menjadi dasar tenaga kesehatan melakukan penelusuran terhadap kemungkinan penyebabnya.
Makanan yang dikonsumsi bersama menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa, termasuk makanan dari program MBG yang sebelumnya dikonsumsi para siswa.
"Gejala awal paling cepat dirasakan siswa pada sore hari dan yang terakhir sekitar subuh. Gejala yang paling banyak dirasakan adalah diare, kurang lebih empat sampai lima kali," jelasnya.
Sejumlah siswa bahkan harus berulang kali meminta izin kepada guru untuk pergi ke toilet saat proses belajar karena mengalami diare.
Puskesmas Malanu masih melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.
"Kami berusaha menangani semampunya, dan yang tidak bisa kami tangani akan kami rujuk ke rumah sakit. Semoga anak-anak dan murid-murid kita bisa segera sembuh," pungkasnya. (UMKM News/taufik nuhuyanan)