Renungan Katolik Senin 21 September 2026, diutus untuk melayani

Renungan Katolik Senin 21 September 2026, diutus untuk melayani
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan katolik "Dipanggil oleh Kasih, Diubah oleh Kasih, Diutus untuk Melayani".
  • Renungan katolik disiapkan untuk Pesta St. Matius, Penginjil.
  • Pesta St. Matius, Penginjil dengan warna liturgi merah.
  • Bacaan hari Senin: Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13 dan BcO Ef. 4:1-16.

Oleh: Pastor John Lewar SVD

UMKM News, MAUMERE -Mari simak renungan katolik Senin 21 September 2026.

Tema renungan katolik "Dipanggil oleh Kasih, Diubah oleh Kasih, Diutus untuk Melayani".

Renungan katolik disiapkan untuk Pesta St. Matius, Penginjil.

Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Pesta St. Matius, Penginjil dengan warna liturgi merah.

Bacaan hari Senin: Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13 dan BcO Ef. 4:1-16.

Bacaan Pertama: Ef. 4:1-7,11-13;

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 19:2-3,4-5;

hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia

U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Mat. 9:9-13

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius

U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

P: Demikianlah Injil Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Dipanggil oleh Kasih, Diubah oleh Kasih, Diutus untuk Melayani"

Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Matius, Rasul dan Penginjil.

Injil menceritakan bahwa ketika Yesus melihat Matius duduk di rumah cukai, Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Matius pun segera berdiri dan mengikuti Yesus.

Matius bukanlah orang yang dianggap baik oleh masyarakat pada zamannya. Sebagai pemungut cukai, ia dipandang sebagai orang berdosa dan dijauhi. Tetapi Yesus tidak melihat Matius hanya dari masa lalunya.

Yesus melihat kemungkinan baru dalam dirinya. Di sinilah kita menemukan pesan pertama: kita dipanggil oleh kasih.

Tuhan memanggil kita bukan karena kita sempurna. Tuhan memanggil kita justru dalam kelemahan, kekurangan, dan pergumulan hidup kita.

Kasih Tuhan mendahului perubahan kita.

Pesan kedua: kita diubah oleh kasih. Ketika Matius mendengar panggilan Yesus, ia bangkit dan meninggalkan kehidupan lamanya.

Pertemuan dengan Yesus membuat hidupnya memiliki arah yang baru. Ia tidak lagi hanya memikirkan keuntungan dirinya, tetapi mulai mengikuti dan melayani Tuhan.

Sering kali kita juga ingin berubah, tetapi sulit meninggalkan kebiasaan lama. Kita mungkin masih membawa luka,egoisme, kemarahan, iri hati, atau kesalahan masa lalu.

Pesta Santo Matius mengingatkan kita: jangan biarkan masa lalu menentukan seluruh masa depan kita. Ketika kita membuka diri kepada Kristus, selalu ada kesempatan untuk menjadi manusia baru.

Pesan ketiga: kita diutus untuk melayani. Matius tidak berhenti pada pengalaman pribadinya bersama Yesus. Ia menjadi Rasul dan Penginjil.

Hidupnya menjadi kesaksian bagi orang lain. Santo Paulus dalam surat kepada jemaat di Efesus mengatakan bahwa setiap orang menerima rahmat dan karunia yang berbeda.

Semua karunia itu diberikan bukan untuk membanggakan diri, melainkan untuk membangun Tubuh Kristus. Karena itu, kita masing-masing mempunyai tempat dalam karya Tuhan.

Ada yang melayani melalui keluarga, pekerjaan, pendidikan, pelayanan Gereja, kehidupan komunitas, maupun melalui perhatian sederhana kepada sesama.

Saudari-saudaraku yang terkasih.

Mungkin hari ini Tuhan juga sedang berkata kepada kita seperti kepada Matius: “Ikutlah Aku.” Jangan takut karena kita merasa tidak layak.

Jangan merasa masa lalu kita terlalu buruk. Jangan berpikir bahwa kita

tidak mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada Tuhan.

Tuhan memanggil kita oleh kasih-Nya, mengubah kita melalui kasih-Nya, dan

kemudian mengutus kita untuk membagikan kasih itu kepada sesama.

Kiranya melalui teladan Santo Matius, kita berani bangkit dari kehidupan

lama, mengikuti Yesus dengan setia, dan menggunakan setiap karunia

yang kita miliki untuk melayani.

Pesan untuk kita hari ini

Dipanggil oleh kasih jangan takut mengikuti Tuhan.

Diubah oleh kasih — jangan terus hidup dalam masa lalu. Diutus untuk melayani jangan simpan kebaikan hanya untuk diri sendiri.

Semoga hidup kita pun menjadi Injil yang hidup: dipanggil, diubah, dan diutus untuk membawa kasih Kristus kepada dunia.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, seperti Engkau memanggil Santo Matius, Engkau juga memanggil kami untuk mengikuti-Mu. Ubahlah hati kami agar kami mampu meninggalkan segala sesuatu yang menjauhkan kami daripada-Mu.

Ampunilah kelemahan dan kesalahan kami, dan berilah kami hati yang baru. Tuntunlah kami agar mampu menggunakan setiap karunia yang kami terima untuk melayani, menguatkan dan membawa sukacita bagi sesama.

Santo Matius, Rasul dan Penginjil, doakanlah kami agar setia menjawab panggilan Tuhan, tekun dalam mengikuti Kristus, dan berani menjadi saksi Injil dalam kehidupan sehari-hari...Amin.

(Sumber iman katolik.or.id/the katolik.com/kgg).

Berita UMKM NewsLainnya di Google News

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama