Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas Antam yang Perlu Diperhatikan
Investasi emas sering kali menjadi pilihan utama bagi banyak orang karena dianggap lebih aman dan stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya seperti saham atau obligasi. Harga emas cenderung naik secara bertahap, sehingga investor bisa mendapatkan keuntungan saat menjual kembali. Di Indonesia, emas Antam adalah salah satu merek yang paling diminati, meskipun ada beberapa merek lain seperti UBS, Lotus Archi, dan PUMP.
Namun, meskipun emas Antam populer, tidak semua orang merasa puas dengan investasi ini. Berikut adalah sembilan kerugian investasi emas Antam yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai investasi:
1. Kenaikan Harga yang Lambat

Kerugian pertama dari investasi emas Antam adalah kenaikan harganya yang relatif lambat. Meskipun harga emas biasanya meningkat, pergerakannya tidak terlalu signifikan dalam waktu singkat. Hal ini berbeda dengan investasi saham atau reksa dana yang bisa mengalami fluktuasi besar setiap hari.
Selain itu, kenaikan harga emas tidak selalu pasti. Harga bisa melonjak saat inflasi tinggi, tetapi juga bisa turun tajam jika kondisi ekonomi memburuk.
2. Harga Beli yang Lebih Tinggi

Salah satu kelemahan dari emas Antam adalah harga belinya yang lebih mahal dibandingkan merek lain. Alasannya adalah Antam menguasai pasar emas batangan di Indonesia hingga 90 persen. Biaya produksi yang tinggi, mulai dari pemurnian, manufaktur, percetakan hingga sertifikasi, membuat harga emas Antam lebih mahal.
3. Harga Buyback yang Sama dengan Merek Lain

Buyback adalah proses menjual kembali emas kepada pihak tertentu. Sayangnya, harga buyback emas Antam sama dengan harga buyback emas merek lain. Misalnya, jika harga emas Antam adalah Rp1,045 juta dan harga emas UBS adalah Rp1,015 juta, maka saat kamu menjual kembali, harga yang diterima akan sama, misalnya Rp965 ribu.
4. Tempat Penyimpanan Harus Aman

Emas Antam memiliki bentuk fisik, sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. Kamu harus menyiapkan tempat yang sulit ditemukan agar terhindar dari pencurian. Beberapa investor menyewa safe deposit box di bank untuk memastikan keamanannya.
5. Ada Biaya Penyimpanan dan Administrasi

Jika kamu tidak ingin menyimpan emas di rumah, kamu bisa membuka tabungan emas. Namun, biaya penitipan emas dikenakan untuk periode tertentu. Jika masa berlaku habis, kamu harus memperpanjangnya dengan membayar biaya tambahan. Biaya perpanjangan ini akan dikurangi dari saldo tabungan emas kamu.
6. Tidak Ada Pendapatan Pasif

Investasi emas Antam tidak memberikan pendapatan pasif. Artinya, kamu hanya akan mendapatkan keuntungan saat menjual emas. Berbeda dengan investasi seperti tanah yang bisa menghasilkan uang dari sewa tanpa perlu bekerja.
7. Investasi Jangka Panjang

Emas bukanlah instrumen investasi yang cocok untuk orang yang ingin mendapatkan keuntungan cepat. Investasi emas membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan.
8. Ada Pajak PPh

Pemerintah telah menerapkan pajak penghasilan (PPh) pada penjualan emas batangan. Besaran pajak tergantung pada berat dan harga emas. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non NPWP.
9. Ukuran Emas Terbatas

Ukuran emas Antam terbatas, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sedangkan merek lain seperti UBS memiliki ukuran yang lebih fleksibel, mulai dari 0,1 gram hingga 100 gram.
Demikianlah sembilan potensi kerugian investasi emas Antam yang perlu kamu pertimbangkan matang-matang sebelum memulai investasi. Mulai dari harga belinya yang tinggi dibanding merek lain sampai ukuran emas yang terbatas. Semoga bermanfaat!