
Ringkasan Berita:
- UPTD Malaria Center Mimika bersama Kemenkes menguji penggunaan kertas berinsektisida di 60 rumah warga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
- Kertas yang dipasang setinggi dua meter ini efektif melumpuhkan dan mematikan nyamuk tanpa membahayakan penghuni.
- rogram uji coba yang diawali survei sejak Juli 2026 ini merupakan hibah pusat untuk menekan populasi nyamuk malaria di wilayah Mimika.
Laporan Wartawan UMKM News, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – UPTD Malaria Center Mimika bersama Kementerian Kesehatan menguji intervensi pengendalian vektor malaria menggunakan kertas berinsektisida di sejumlah rumah warga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kepala dan Penanggung Jawab UPTD Malaria Center Mimika, Imelda Ohoiledjaan, mengatakan intervensi tersebut untuk melihat efektivitas kertas berinsektisida dalam mengurangi populasi nyamuk di dalam rumah.
Menurutnya, pemantauan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 18.00 WIT hingga 06.00 WIT.
"Setiap malam itu mereka tangkap banyak. Mereka tangkap itu dilihat dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Setelah itu kita pasang kertasnya," kata Imelda, Senin (21/9/2026).
Imelda menjelaskan, kertas berinsektisida tersebut bekerja dengan mengeluarkan racun serangga ketika nyamuk hinggap atau terpapar.
Nyamuk yang terpapar akan mengalami efek insektisida sehingga aktivitasnya terganggu, tidak aktif menggigit manusia, bahkan sebagian nyamuk dapat mati.
"Ketika nyamuk terpapar dengan itu, nyamuk akan merasa sakit dan tidak selera untuk menggigit manusia. Kemudian ada nyamuk yang langsung bisa mati dan itu terbukti nyamuknya banyak yang mati," ujarnya.
Dikatakan Imelda bahwa penggunaan kertas berinsektisida berbeda dengan kelambu yang digunakan saat warga tidur.
Kertas tersebut dipasang di dalam rumah pada posisi tertentu dan tidak boleh terkena air hujan.
Menurutnya, kertas dipasang pada ketinggian sekitar dua meter dari permukaan lantai. Posisi tersebut disesuaikan dengan perilaku terbang nyamuk sekaligus untuk menjaga agar tidak mudah dijangkau anak-anak.
"Saya datang sendiri pada saat malam hari dan menanyakan kepada tuan rumah yang punya kios. Beliau setuju untuk dijadikan salah satu sampling kami. Dia mengatakan nyamuknya sudah tidak bisa menahan dan jatuh seperti sudah pusing," jelasnya.
Imelda menambahkan, kertas berinsektisida tersebut dinilai aman bagi penghuni rumah apabila digunakan sesuai ketentuan pemasangan.
Dalam pelaksanaan uji coba, UPTD Malaria Center Mimika menetapkan 30 rumah sebagai lokasi intervensi dan 30 rumah lainnya sebagai lokasi kontrol atau pembanding.
Survei rumah tangga untuk kegiatan tersebut telah dilakukan sejak Juli 2026. Salah satu lokasi yang telah ditetapkan sebagai lokus intervensi berada di Kelurahan Pasar Sentral.
"Untuk Operasi Timika ini sudah dikerjakan untuk 30 rumah yang sudah kita tetapkan untuk lokus intervensi dan 30 rumah untuk kontrol. Kita buat pembanding," jelas Imelda.
Lebih gamblang, kertas berinsektisida tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat.
Produk tersebut diproduksi oleh perusahaan yang juga memproduksi produk pengendali serangga dan pengadaannya melalui pemerintah pusat.
Imelda menegaskan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kesehatan dengan lembaga penelitian dan UPTD Malaria Center Mimika dalam upaya pengendalian vektor malaria.
"Bapak Bupati sudah mengetahui kegiatan ini langsung dari Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan lembaga penelitian dan bekerja sama dengan UPTD Malaria Control Mimika," bebernya.
Menurutnya, pemerintah daerah melaksanakan program yang diberikan pemerintah pusat dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di daerah.
Sejumlah kebutuhan program pengendalian malaria seperti kelambu dan obat malaria merupakan dukungan dari Kementerian Kesehatan, bukan dibelanjakan melalui APBD Mimika.
"Kelambu itu murni hibah dari Kementerian Kesehatan. Termasuk obat malaria kami terima dari kementerian, tidak dibelanjakan dari APBD," katanya.
Setelah intervensi di wilayah Timika, kegiatan serupa direncanakan dilanjutkan di wilayah Kamoro, khususnya Kelurahan Kamoro.
Lalu, hasil uji coba kertas berinsektisida tersebut masih dalam proses pengolahan dan nantinya akan diseminasi kepada pemerintah daerah.
"Hasilnya masih kita kerjakan. Nantinya diseminasi hasil kami akan sampaikan kepada Bapak Bupati Mimika," pungkas Imelda. (*)