China Uji “Monster of Malan”, Drone Raksasa yang Bisa Jangkau Kota Mana Pun di AS
UMKM News China disebut tengah menguji sebuah pesawat nirawak berukuran besar yang dikenal sebagai WZ-X di Pangkalan Udara Malan, Xinjiang.
Pesawat dengan desain sayap terbang (flying wing) itu menarik perhatian karena ukurannya diperkirakan mendekati pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat.
Foto pesawat misterius tersebut diambil peneliti penerbangan militer China, Andreas Rupprecht, dan dibagikan melalui LinkedIn.
Menurut Rupprecht, pesawat itu diyakini merupakan WZ-X, sebuah drone bermesin ganda yang sedang menjalani pengujian di salah satu fasilitas uji militer China.
WZ-X pertama kali terdeteksi melalui citra satelit pada Mei 2025 di pusat pengujian pesawat nirawak Angkatan Udara China di Malan.
Pangkalan tersebut berada di wilayah terpencil Xinjiang dan kerap dibandingkan dengan Area 51 di Amerika Serikat karena digunakan untuk pengujian berbagai sistem pesawat dan teknologi militer.
“Monster of Malan” dengan Jangkauan 19.000 Km
WZ-X disebut memiliki rentang operasi lebih dari 19.000 kilometer dan dapat terbang pada ketinggian lebih dari 60.000 kaki atau sekitar 18.300 meter.
Jika estimasi tersebut akurat, kemampuan itu menempatkan WZ-X dalam kategori pesawat nirawak berdaya jelajah sangat jauh.
Namun, klaim mengenai jangkauan tersebut masih berasal dari penilaian sumber terbuka dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah China.
WZ-X diperkirakan dikembangkan terutama untuk misi high-altitude long-endurance intelligence, surveillance and reconnaissance (HALE ISR), yakni pengumpulan intelijen, pengawasan dan pengintaian dari ketinggian dalam waktu lama.
Karakter tersebut membuat fungsi utama pesawat kemungkinan berkaitan dengan pengumpulan informasi dan pemantauan wilayah luas, bukan semata-mata sebagai pesawat serang.
Seperti Apa Wujud WZ-X?
Dari foto yang beredar, WZ-X memiliki konfigurasi flying wing dengan badan pesawat yang menyatu dengan sayap.
Bentuk semacam ini dikenal dalam pengembangan pesawat dengan karakteristik siluman karena dapat membantu mengurangi jejak radar, meski kemampuan siluman sebenarnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan bentuk luar.
Ukurannya diperkirakan sebanding dengan B-2 Spirit, pesawat pengebom siluman milik AS.
Perbandingan tersebut tidak berarti WZ-X memiliki fungsi atau kemampuan yang sama dengan B-2. WZ-X merupakan pesawat nirawak dan, berdasarkan penilaian Rupprecht, justru diproyeksikan untuk misi pengintaian jarak jauh.
Rupprecht juga menyebut WZ-X kemungkinan tidak membawa persenjataan.
Malan Jadi Pusat Uji Pesawat Misterius
Pangkalan Malan disebut semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Citra satelit sejak 2022 menunjukkan penambahan hanggar dan landasan serta fasilitas yang berkaitan dengan pengujian pesawat nirawak berukuran besar.
Selain WZ-X, terdapat pula pesawat nirawak tempur yang disebut GJ-X.
Berbeda dengan WZ-X yang diperkirakan berfokus pada pengintaian, GJ-X disebut berpotensi membawa senjata dan beroperasi bersama pesawat tempur China.
Keduanya diperkirakan memiliki ukuran yang sebanding dengan pesawat pengebom siluman generasi baru, meski informasi mengenai spesifikasi dan kemampuan operasionalnya masih terbatas.
Malan juga dilaporkan menjadi lokasi pengujian berbagai pesawat militer China, termasuk J-20. Pesawat lain seperti J-36 dan J-XDS juga disebut berada dalam tahap pengembangan dan pengujian.
China Punya Sejumlah Pangkalan Khusus
Malan bukan satu-satunya fasilitas khusus yang digunakan China untuk pengujian sistem militer.
Pangkalan lain yang kerap disebut dalam laporan terbuka antara lain Dingxin di Gurun Gobi, Yanliang yang menjadi pusat pengujian penerbangan, serta Cangzhou yang digunakan untuk pengujian dan pelatihan penerbangan Angkatan Udara China.
Ada pula Lop Nur di Xinjiang yang memiliki sejarah panjang dalam program nuklir China. Di kawasan tersebut, China melakukan uji coba nuklir pertamanya pada Oktober 1964.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan penerbangan militer China dilakukan melalui sejumlah pusat pengujian dengan fungsi berbeda.
Apakah WZ-X Bisa Mencapai Kota di AS?
Jangkauan sekitar 19.000 kilometer yang disebut dalam laporan memunculkan klaim bahwa WZ-X secara teoritis dapat menjangkau wilayah yang sangat jauh, termasuk Amerika Serikat.
Disebut-sebut, WZ-X mampu menjangkau kota-kota di mana pun di wilayah Amerika Serikat.
Namun, jangkauan penerbangan tidak sama dengan kemampuan menyerang suatu target.
Kemampuan mencapai jarak tertentu bergantung pada konfigurasi pesawat, muatan, profil penerbangan, kebutuhan bahan bakar, kondisi operasi dan sistem pendukung.
Selain itu, tidak ada informasi terbuka yang cukup untuk memastikan bahwa WZ-X dirancang untuk membawa senjata atau melakukan serangan terhadap kota tertentu.
Karena itu, menyebut WZ-X sebagai pesawat yang "bisa menyerang kota mana pun di AS" akan melampaui informasi yang tersedia.
Yang lebih jelas dari laporan tersebut adalah arah pengembangan China terhadap pesawat nirawak berukuran besar dengan kemampuan terbang jauh, tinggi dan lama. Teknologi semacam ini berpotensi memperluas kemampuan pengawasan udara China di wilayah yang sangat luas.
AS-China dan Perlombaan Teknologi Udara
Kemunculan WZ-X juga terjadi ketika Amerika Serikat dan China terus mengembangkan teknologi militer baru, termasuk pesawat nirawak, pesawat siluman dan sistem berbasis ruang angkasa.
Meski demikian, keberadaan WZ-X di Malan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa konflik militer antara Washington dan Beijing akan segera terjadi.
Perkembangan tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari persaingan teknologi dan kemampuan militer kedua negara.
Di sisi lain, AS juga tengah mengembangkan kemampuan militer di ruang angkasa. Langkah tersebut mendapat perhatian Beijing yang menyerukan agar ruang angkasa tidak dijadikan arena persenjataan.
Dengan semakin banyaknya sistem nirawak berjangkauan jauh yang dikembangkan kedua negara, kemampuan mengumpulkan informasi dari jarak jauh menjadi salah satu aspek penting dalam persaingan militer modern.