Biaya Perang AS terhadap Iran Mencapai USD 5,6 Miliar dalam Dua Hari
Pengeluaran besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dalam dua hari pertama serangan militer terhadap Iran mencapai sekitar USD 5,6 miliar atau setara dengan Rp 94 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk operasi militer tersebut. Laporan ini memicu kembali perhatian terhadap kerugian finansial yang dialami AS dalam konflik ini.
Menurut laporan dari The Washington Post, angka tersebut hanya mencakup biaya amunisi yang digunakan pada tahap awal operasi. Namun, jumlah tersebut tidak termasuk biaya pengiriman pasukan, pesawat terbang, atau angkatan laut ke wilayah tersebut. Angka ini juga lebih tinggi dari anggaran daerah Jakarta dalam satu tahun yang bernilai sekitar Rp 91 triliun.
Keuntungan dan Kekhawatiran di Washington
Laporan ini memicu kekhawatiran baru di Washington mengenai kemampuan AS untuk mempertahankan kampanye militer yang intensif. Menurut informasi dari pejabat AS kepada The Washington Post, Pentagon menggunakan senjata canggih senilai sekitar USD 5,6 miliar selama 48 jam pertama serangan tersebut. Ribuan serangan telah dilakukan di seluruh Iran sejak operasi dimulai.
Anggota parlemen AS khawatir bahwa laju operasi tersebut dapat dengan cepat menggerogoti persediaan senjata kelas atas Amerika. Menurut laporan tersebut, persediaan senjata AS sudah berada di bawah tekanan setelah bertahun-tahun memasok senjata ke Ukraina dan mempertahankan komitmen militer di Asia.

Tim pembawa Angkatan Darat AS memindahkan jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026. - (EPA/JASON MINTO/US AIR FORCE)
Pengalihan Aset Militer
Untuk mendukung operasi di Asia Barat, sebagian aset militer telah dipindahkan dari kawasan lain. Bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD dipindahkan dari Korea Selatan ke Timur Tengah. Pentagon juga menggunakan rudal pencegat Patriot untuk bertahan melawan drone dan rudal balistik Iran.
Analis pertahanan Mark Cancian memperingatkan bahwa tindakan seperti itu mengandung risiko. “Semakin banyak THAAD dan Patriot yang ditembakkan, semakin besar risiko yang Anda tanggung di Indo-Pasifik dan Ukraina,” katanya, menurut The Washington Post.
Biaya Perang yang Melampaui Perkiraan
Angka biaya perang yang dilaporkan Pentagon lebih mahal dari perkiraan selama ini. Akhir pekan lalu, dua sumber di Kongres mengatakan kepada lembaga penyiar Amerika Serikat MS NOW bahwa perang tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar USD 1 miliar (Rp 16,8 triliun) per hari.
Sehari kemudian, Politico melaporkan bahwa sejumlah anggota Partai Republik di Capitol Hill secara pribadi khawatir Pentagon menghabiskan hampir USD 2 miliar (Rp 33,7 triliun) per hari untuk perang tersebut.

Kondisi setelah serangan AS menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu. - (Quds News Network/X)
Estimasi Biaya Perang oleh CSIS
Laporan lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar USD 3,7 miliar dalam 100 jam pertama perang, atau hampir USD 900 juta per hari. Sebagian besar biaya tersebut berasal dari penggunaan amunisi dalam jumlah besar.
Analisis CSIS menunjukkan Amerika Serikat telah menggunakan lebih dari 2.000 amunisi berbagai jenis dalam 100 jam pertama perang. Biaya untuk mengganti persediaan amunisi tersebut diperkirakan mencapai USD 3,1 miliar, dengan tambahan biaya sekitar USD 758 juta per hari.

Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)
Proyeksi Total Biaya Perang
Jika konflik berlanjut, total biaya perang kemungkinan akan meningkat tajam. Kent Smetters, direktur Penn Wharton Budget Model (PWBM), memperkirakan kepada majalah Fortune bahwa biaya keseluruhan perang bisa mencapai sekitar USD 65 miliar, termasuk operasi militer serta penggantian peralatan dan amunisi.
Smetters juga mengatakan kepada Aljazirah bahwa biaya perang pada tahap awal bisa mencapai USD 2 miliar per hari, tetapi kemungkinan tidak akan bertahan lama pada tingkat tersebut. “Setelah beberapa hari pertama, kami memperkirakan biaya lebih mendekati USD 800 juta per hari,” katanya.

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019. - (Dok US Navy)
Persiapan Anggaran Tambahan
Pentagon dilaporkan telah menyiapkan permintaan anggaran tambahan sekitar USD 50 miliar untuk mengganti rudal Tomahawk, Patriot, dan THAAD yang digunakan pada minggu pertama perang. Namun, permintaan anggaran tersebut berpotensi memicu perdebatan politik, terutama karena meningkatnya kekhawatiran mengenai defisit anggaran Amerika Serikat.
Menurut laporan The New York Times, pejabat Pentagon memberi tahu Kongres bahwa pekan pertama perang menghabiskan sekitar USD 6 miliar (Rp 101,6 triliun). Sebagian peralatan militer yang digunakan Amerika Serikat memiliki biaya sangat tinggi. Misalnya, rudal pencegat yang digunakan untuk menembak jatuh rudal Iran dapat menelan biaya jutaan dolar untuk setiap peluncuran.