Kebakaran lahan ungkap pembunuhan 5 tahun silam, jasad 2 remaja kakak adik ditemukan di rumah kosong

Kebakaran lahan ungkap pembunuhan 5 tahun silam, jasad 2 remaja kakak adik ditemukan di rumah kosong

UMKM News, BANYUASIN - Kerangka manusia, yang teridentifikasi sebagai dua perempuan, ditemukan di kawasan Keramat Raya, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Temuan tersebut mengungkap kasus hilangnya kedua korban sejak Oktober 2021.

Keberadaan jasad tersebut terungkap setelah peristiwa kebakaran lahan yang menghanguskan semak belukar di sekitar area perumahan kosong.

Korban, kakak beradik bernama Rani (18) dan Ayuhana (13), hilang saat berangkat sekolah menggunakan sepeda motor.

Saat kejadian, Rani duduk di bangku kelas 10 SMA, sedangkan Ayuhana kelas 8 SMP.

Lokasi penemuan kerangka berjarak sekitar satu kilometer dari rumah korban.

Dalam video terlihat perumahan sudah tak berpenghuni dan dikelilingi semak belukar.

Ketua RT setempat, Heri Fauzi, menjelaskan bahwa titik terang keberadaan jasad berawal dari ditemukannya kerangka sepeda motor milik korban di sebuah parit dekat lokasi kejadian.

Keberadaan sepeda motor tersebut pertama kali disadari oleh warga yang sedang membersihkan sisa kebakaran.

"Waktu itu ada warga yang sedang memotong kayu gelam bekas sisa kebakaran lahan, lalu menemukan kerangka motor di sini. Kemudian warga berinisiatif lapor ke kita. Setelah lapor, kita periksa dan benar bahwa ini motor yang hilang 5 tahun yang silam," ujarnya, dikutip dari YouTube TribunSumsel.com program Saksi Kata pada Selasa (8/9/2026).

Temuan kerangka sepeda motor tersebut mendorong Heri beserta warga sekitar untuk memeriksa bangunan di dekat parit, yakni sebuah Perumahan Amanah yang telah terbengkalai dan tidak berpenghuni selama lebih dari sepuluh tahun.

"Setelah motor ditemukan, kita langsung memeriksa bagian belakang rumah ini. Pintunya tanpa pintu depan, jadi kita masuk dari belakang," kata Heri.

Saat menyisir bangunan Perumahan Amanah, Heri mendapati kamar pertama dalam kondisi terbuka sedikit dan menemukan gumpalan rambut di sudut ruangan.

Rasa penasaran membuatnya memeriksa kamar lain yang dalam kondisi tertutup.

"Terus kita berinisiatif buka kamar yang satunya lagi yang tertutup. Setelah kita buka, kita kaget. Rupanya benar ada kerangka," tuturnya.

Penuhnya semak belukar menjadi alasan utama lokasi penemuan tidak pernah terjangkau saat proses pencarian awal pada tahun 2021 lalu.

Menurutnya, perumahan mangkrak itu terisolasi dari permukiman utama.

"Sudah puluhan tahun, sejak 2014 kalau tidak salah perumahan ini memang tidak pernah dihuni. Sebelumnya di lokasi ini belum dilakukan pencarian karena semak belukarnya sangat tinggi. Jadi dulunya cuma mencari di sekitar rumah-rumah yang dekat saja," imbuhnya.

Ia menambahkan, jika peristiwa kebakaran lahan tidak terjadi, lokasi tersembunyi tempat tergeletaknya jasad korban diperkirakan akan sangat sulit diakses oleh warga maupun aparat penegak hukum.

"Alhamdulillah ada jalan untuk membuka, padahal memang sudah dipenuhi semak belukar," pungkasnya.

Saat ini seluruh kerangka korban telah dievakuasi oleh kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan medis dan forensik lebih lanjut.

Polisi menangkap Rendi Saputra (27) dan rekannya, Andika (25), atas kasus pembunuhan kedua korban.

Rendi dan Andika telah merencanakan pembunuhan dengan memantau rute berangkat sekolah korban.

Mereka sempat menginap di rumah kosong yang dijadikan lokasi pembunuhan.

Tersangka Rendi merupakan kekasih Rani yang menjadi otak pembunuhan.

Sakit hati

Sakit hati diakui Rendi menjadi motifnya menghabisi Rani dan Ayuhana di rumah kosong kawasan Perumahan Amanah, Jalan Kebun Jeruk, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Kedua korban yang dilaporkan hilang sejak 27 Oktober 2021 usai pamit berangkat sekolah, baru ditemukan 5 tahun kemudian dalam kondisi sudah menjadi kerangka pada Minggu 6 September 2026 oleh warga yang sedang mencari kayu.

Saat menjalankan aksi sadisnya, Rendi mengajak temannya, Andika alias Dika, untuk merencanakan pembunuhan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasat Reskrim AKP Shandy Kharisma menuturkan, korban Rani dan Ayuhana yang dilaporkan hilang pada Rabu, 27 Oktober 2021 sekitar pukul 07.00 WIB, berangkat sekolah menggunakan sepeda motor Honda Legenda warna hitam.

Namun, hingga sekitar pukul 16.00 WIB, keduanya tidak kunjung pulang ke rumah.

Keluarga sempat melakukan pencarian terhadap kedua korban, namun tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, keluarga melaporkan hilangnya kedua korban ke Polsek Talang Kelapa.

"Hubungan keduanya diduga tidak mendapat restu keluarga, sehingga muncul rasa sakit hati dari pelaku RS. Dari rasa sakit hati karena tidak direstui, pelaku dendam hingga berencana melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Shandy, Selasa (8/9/2026).

Sempat menginap di TKP

Sebelum melancarkan aksinya, Rendi bersama Dika sengaja menginap di rumah kosong yang menjadi lokasi pembunuhan sekaligus menyimpan jasad korban.

Rendi mengetahui aktivitas korban Rani yang selalu berangkat sekolah bersama adiknya, Ayuhana, di jalan yang tidak jauh dari lokasi penemuan tulang belulang.

Pelaku sempat menginap di rumah kosong tersebut untuk menunggu pagi.

Saat pagi, pelaku Rendi dan Andika memasang balok kayu di jalan yang akan dilalui kedua korban.

Ketika kedua korban yang melintas dan melihat balok yang melintang di jalan, membuat laju sepeda motor berhenti.

Ketika itulah, Rendi dan rekannya Andika langsung muncul.

Rendi langsung menusuk korban Ayuhana menggunakan pisau di bagian perut.

"Korban Ayu berusaha melarikan diri, akan tetapi dikejar tersangka Andika. Saat itulah, korban ditikam tersangka Andika di bagian leher hingga membuat korban Ayu meninggal dunia," jelas Sandi.

Korban Ayu yang sudah meninggal dibawa Andika ke dalam rumah kosong.

Lalu korban Rani ditarik pelaku Rendi ke dalam rumah kosong yang sama.

Di sini, Rendi dan Rani sempat terjadi cekcok mulut lantaran Rendi kembali meminta Rani untuk menikah.

Mendengar apa yang diungkapkan Rani, Rendi naik pitam dan menusuk korban Rani di bagian dada sebanyak satu kali.

"Penusukan itu membuat korban Rani meninggal di lokasi kejadian. Setelah itu, pelaku membuang sepeda motor korban di aliran air dekat perumahan dan meninggalkan kedua korban di dalam rumah kosong dengan kondisi sudah meninggal dunia," pungkasnya.

Kronologi penemuan kerangka

Awal terbongkarnya aksi keji Rendi dan Dika bermula pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.12 WIB, saat seorang warga bernama Rohani alias Otong hendak mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah.

Otong secara tidak sengaja menemukan bangkai sepeda motor di dalam parit.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat, Heri Fauzi.

Heri kemudian datang ke lokasi untuk mengecek sepeda motor tersebut dan memeriksa sebuah rumah kosong yang berada sekitar 10 meter dari lokasi.

Saksi lantas dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia yang sudah tinggal tulang-belulang.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal, kerangka tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya dua perempuan, Rani dan Ayuhana, yang sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Rabu, 27 Oktober 2021 sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor untuk bersekolah.

Namun, hingga sore hari, keduanya tidak kunjung kembali dan tidak diketahui keberadaannya.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian, tetapi keberadaan keduanya tidak ditemukan.

Tuntut hukuman maksimal

Saat dihadirkan dan dipertemukan dengan Rendi di kantor polisi pascapenangkapan, Helmi Nursidah (50), ibu korban, mengaku sangat syok, emosi, hingga sempat tidak sadarkan diri.

"Semalam pas ketemu langsung, dak sadar lagi saya, kepengin ngantam (memukul). Geram sekali karena dia yang dipercaya, tidak menyangka sama sekali," ungkapnya saat diwawancarai TribunSumsel.com, Senin (7/9/2026).

Atas perbuatan Rendi dan keterlibatan rekannya yang menyembunyikan kejahatan tersebut selama hampir lima tahun, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya.

"Bila perlu nyawa balik nyawa, tengkorak pulang tengkorak. Kami minta hukumannya ditambah dan dijatuhi hukuman maksimal," tegas Helmi.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan Rendi beserta satu rekannya untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembunuhan di Banyuasin Terungkap setelah Kebakaran Lahan, 2 Korban Hilang Sejak Oktober 2021

dan TribunSumsel.com dengan judul Sadisnya Rendi Rencanakan Pembunuhan Adik-Kakak di Banyuasin, Ngaku Sakit Hati Cinta Tak Direstui

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama