
MOTOR Plus-online.com - Sekilas tampilan Yamaha Mio M3 ini terlihat sama seperti yang banyak wara-wiri di jalan.
Tapi setelah tahu spesifikasinya, langsung mengundang decak kagum.
Skutik warna kuning ini ternyata sudah dicangkok mesin Yamaha NMax 155 VVA.
Adalah Setiawan, yang ingin tampilan motornya berbeda dari yang lain.
Karena itu, skutik 125 cc tersebut langsung dioprek di bengkel Kaizzen Motor yang berlokasi di Perum Bojong Depok baru 1 Blok OH nomor 12, Jawa Barat.
Lelaki yang akrab disapa Iwan ini mengaku awalnya sering dikomporin mekanik bengkel Kaizzen Motor untuk merombak tunggangannya.
"Awalnya saya sering dikomporin mekanik. Bikin motor pakai seher dan klep gede buat maskok bengkel. Lama-lama saya tertarik kemudian motor ini dioprek," jelasnya kepada MOTOR Plus, melalui pesan singkat, baru-baru ini.
Karena berbeda dari biasanya yang hanya modif bodi dan kaki-kaki saja, pengerjaan motor matic ini memakan waktu hingga 4 tahun.
Pengerjaan yang memakan waktu adalah proses pencangkokan mesin NMax yang kemudian tenaganya melonjak jadi 200 cc.
Biaya yang dihabiskan mencapai Rp24 juta, untuk proses pencangkokan mesin termasuk riset.
"Biayanya lumayan mencapai Rp24 juta. Karena ada beberapa part yang kurang pas settingan akhirnya nggak jadi dipakai seperti piston, cylinder, ECU, crankshaft, shock belakang, spedometer. Proses cor bubutnya saja nyentuh Rp3 juta belum lagi bubut-bubut bagian yang settingannya kurang tepat." tambah penggemar touring ini.
Kendala lain yang bikin proses pengerjaannya lama adalah mesinnya overheat dan pompa oli meleleh.
Kemudian dibuat double radiator, tapi saat mau pasang radiator besar terkendala ruangan pada rangka yang sempit.
Setelah jadi motor dites ke Jawa Tengah, waterpump sempat mentok rangka dan ketika tiba di Klaten mesin dan rangka dilepas untuk digerinda agar tidak mentok lagi.
"Prosesnya memang makan waktu karena ada beberapa kendala termasuk oli nggak naik akibat hasil bubut yang kurang rapi menutup jalur oli. Proses tes motor ke Jawa Tengah dikawal satu motor untuk mengantisipasi kerusakan selama perjalanan," imbuhnya.
Alasan Iwan menjadikan Mio M3 ini selain sebagai maskot bengkel Kaizzen Motor, karena modifikasi skutik kecil cangkok mesin VVA masih jarang.
Sekalipun ada, pasti pakai sistem swap engine atau tukar mesin dan tinggal membuat dudukan pada rangkanya agar bisa dipasang.
"Ini cangkok mesin VVA bukan sistem swap engine, makanya waktu pengerjaan lama dan biayanya enggak sedikit," lanjut lelaki yang juga mekanik ini.
Iwan mengaku untuk membangun motor harus mempertimbangkan dari segala aspek termasuk proses pengerjaannya.
Selain itu, dirinya melakukan modifikasi ini karena jarang atau belum dilakukan pemilik motor atau bengkel lain.
"Kalau menurut saya memodifikasi motor itu harus berbeda dari yang lain. Selain tantangannya, hasil dari modifikasi bikin kita puas karena motor ini tidak ada yang punya," tutupnya.
Data modifikasi Yamaha Mio M3 mesin VVA:
- Spedometer: NMax Old
- Kabel body: NMax 2DP Non ABS cangkok kabel body MIO M3
- Lampu: Biled
- Stoplamp: Running
- Koil: KTC Injeksi
- ECU: BRT
- Head: Yamaha R15V3
- Valve: Spring MTN
Dinamo Fuelpump: DURA
- Cylinder: BRT
- Piston: BRT
- Connecting Rod: BRT Forged
- Shock Belakang: KTC
- Radiator: NMax Old dan R15 V3
- Pulley: Bubutan
- Stater Clutch: Ataka 6 ball
- Waterpump:EWP by HDJ
Dan part-part variasi lainnya.
- Total biaya: Rp24 juta
- Bengkel: Kaizzen Motor yang beralamat di Perum Bojong Depok baru 1 Blok OH nomor 12, Jawa Barat.