Nabilah O'Brien Jadi Tersangka, ZK Buka Suara soal Pengakuan Viral

Penjelasan Zendhy Kusuma Terkait Insiden di Restoran Nabilah O’Brien

Zendhy Kusuma akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di restoran milik selebgram Nabilah O’Brien. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah video keributan viral di media sosial. Dalam penjelasannya, Zendhy mengungkapkan bahwa emosinya memang sempat terpancing saat kejadian berlangsung.

Emosi Terpancing Saat Insiden Berlangsung

Dalam klarifikasinya, Zendhy mengakui bahwa dirinya memang sempat merasa tidak nyaman karena menunggu pesanan hampir dua jam tanpa kepastian. Ia menjelaskan bahwa ia dan keluarganya beberapa kali menanyakan status pesanan kepada pelayan restoran. Awalnya mereka diberi waktu 15 menit, namun makanan belum juga datang. Penjelasan yang diberikan oleh pihak restoran bervariasi, seperti adanya keramaian atau makanan yang akan segera selesai. Namun, setelah menunggu cukup lama, mereka akhirnya memutuskan untuk memastikan sendiri apakah pesanan tersebut sudah dibuat atau belum.

Saat itu, Zendhy mencoba masuk ke dapur tetapi dihalangi. Setelah dicek, ternyata pesanan mereka baru akan diproses. Hal ini akhirnya memicu ketegangan antara Zendhy dan pihak restoran.

Video CCTV Tidak Menggambarkan Seluruh Kejadian

Video CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan Zendhy dan istrinya meninggalkan restoran sambil membawa sekitar 14 menu makanan yang sebelumnya dipesan tanpa melakukan pembayaran. Namun, Zendhy menyebut bahwa potongan video tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya. Ia menilai ada rekaman lain yang menunjukkan bahwa dirinya sempat berusaha menyelesaikan persoalan secara baik-baik, termasuk datang kembali untuk meminta maaf dan membayar pesanan.

Menurutnya, saat itu pemilik saudari N sedang berada di luar kota. Ia dan keluarga telah membawa surat permintaan maaf serta uang tunai untuk membayar pesanan. Meski begitu, mereka tidak diperkenankan masuk. Meskipun demikian, Zendhy menyatakan itikad baik mereka ingin menyelesaikan persoalan dengan tertib.

Klaim Sudah Melakukan Pembayaran

Dalam penjelasannya, Zendhy juga mengungkap bahwa ia telah melakukan pembayaran atas pesanan makanan tersebut beberapa hari setelah kejadian. Ia menyebut pembayaran sebesar Rp530.150 dilakukan melalui transfer pada 21 September 2025. Meski demikian, pada 26 September 2025 laporan dugaan pencurian tetap dilayangkan ke polisi dan ditangani oleh Polsek Mampang, Jakarta Selatan.

Meski dilaporkan, Zendhy mengatakan bahwa pihaknya tetap kooperatif dan menunjukkan itikad baik bahkan sebelum adanya panggilan kepolisian. Ia menyampaikan bahwa mereka telah melakukan klarifikasi dan menunjukkan bukti terkait upaya yang dilakukan.

Dapat Tekanan dan Cyberbullying

Setelah video tersebut viral, Zendhy dan keluarganya menghadapi berbagai tekanan di media sosial. Mulai dari komentar negatif hingga penyebaran informasi pribadi. Ia menyatakan bahwa dampaknya cukup besar bagi keluarga dan pekerjaan mereka. Namun, mereka tidak merespons komentar-komentar tersebut karena media sosial.

Akibat dari hal ini, Zendhy akhirnya melaporkan N ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ia juga menegaskan bahwa potongan video yang beredar disertai narasi yang menurutnya tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kejadian.

Hormati Proses Hukum yang Berjalan

Zendhy menegaskan bahwa saat ini seluruh persoalan tersebut telah masuk ke ranah hukum. Ia mengaku akan menghormati proses yang sedang berjalan. Ia percaya bahwa proses hukum akan melihat seluruh peristiwa ini secara utuh dan objektif.

Melalui klarifikasi ini, Zendhy juga mengajak masyarakat untuk menyikapi peristiwa tersebut secara lebih bijak, termasuk dalam menggunakan media sosial. Ia berharap semua pihak bisa belajar dari kejadian ini, baik sebagai konsumen, pemilik usaha, maupun netizen.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki hubungan antar sesama.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama